Monday, March 29, 2010

Sepertinya

Sepertinya memang harus kukabarkan pada angin
Bahwa di sana t'lah mendebur ombak
Memecah lautan kesunyian

Sepertinya memang harus kukabarkan pada hujan
Bahwa di sana t'lah biru menderu
Menyapih langit keheningan


Dan sepertinya memang harus kukabarkan padaNya
Bahwa di sini t'lah lelah menyapa
Menanti bias hadirnya

7 comments:

ethie said...

Sepertinya.. Aku pun harus mengomentari..
Sekali lagi..
Sepertinya..
Harus berulang kali...

iLLa said...

dududu...
sepertinya... ini.. ngng.. ituloh..
eh,, yg pernah kita bicarakan, tentang..

ah sama ga jelasnya ini.. :P

Pojok Pradna said...

sepertinya...memang sudah harus dikabarkan ke semua orang

biar kursi yg tinggal 2 itu cepat terjual

ا شين said...

wuih, suks gambarnya....
dan puisinya suka dengan gaya repetisinya, pas gituh... :-)

endar said...

seperti biasa saya hanya bisa heran kok bisa bikin puisi seperti itu ya

Pagaralam : Komunitas Seni Kota Pagaralam said...

ass. Ukh, boleh juga nih puisinya. sepertinyanya sudah dikabarkan pada kita, ketika ikhlas menyapa, suara iman kian bermakna, ya...

amri said...

sepertinya harus ku katakan kepada angin, bahwa puisi ini bagu