Beberapa hari yang lalu, saat bersilaturrahim dengan teman-teman seperjuangan di sebuah acara, saya iseng bertanya dengan anak dari salah satu Mbak yang ikut dalam acara itu.
"Adek sekarang hafalannya dah sampe mana?", saya bertanya dengan santai sambil menikmati acara tersebut.
Lalu, ia juga menjawab dengan santai sambil cuek menatap ke depan, "Al Qolam".
*
glekkk* Saya benar-benar tertohok, tertampar keras sekaligus malu. Betapa saya sungguh malu, mengingat hafalan saya yang masih cekak. Saya teringat bagaimana susah payahnya menghafalkan sepertiga jumlah surat dari
Al Qur'an. Sedangkan anak ini, sudah jauh ke depan, Juz 29! Padahal ia baru kelas 3 SD!
Malu. Asli. Malu sekali. Betapa saya sering melonggarkan diri untuk tidak menghafal ayat-ayat suci. Betapa saya sering berharap pada ucapan `nanti'. "Nanti saja lah, kan masih ada waktu".
Dan saya semakin tertampar keras, saat melihat rekaman video para Hafizh dari Tajkistan. Adalah
Muhammad Ayub, usianya baru 7 tahun. Ia adalah salah satu penghafal
Al-Qur'an terkecil di dunia dari Badan Tahfizh
Al-Qur'an Internasional. Mendengarkan ia sedang tasmi' dengan kualitas bacaan yang luar biasa, saya merinding. Ada beberapa anak lagi yang sempat saya dengarkan hafalannya,
Mihrabuddin (7 tahun),
Shalaahuddin (7 tahun), dan
Najmuddin (6 tahun). Kesemua anak-anak itu adalah Hafizh, hafal seluruh Al-Qur'an. Subhanallah...
Ingin sekali saya membagi videonya disini, hanya saja belum sempat saya edit. Pokoknya mendengarkan anak-anak itu bersenandung
Al-Qur'an, saya merinding, sekaligus iri.
Maka pertanyaan yang harus segera diajukan pada diri kita adalah,
"Dah sampe mana hafalannya?"
(ninja) *
dissapear*