Saat kutatap lekat langit jiwaku
Ingin aku singgah dan berlama-lama di sana
Menekuri riak-riak hati yang selalu haru
Mengeja bait demi bait rasa dalam nuansa biru
Saat kubaca dinding hatiku
Dirinya risau akan rindu
Namun lagu takkan berlalu
Kan s'lalu berdendang dalam nada syahdu
Mungkin nanti
Betapa jarak takkan berarti
Kau 'kan s'lalu ada di sini
Indah di hati ini
Sunday, April 17, 2011
Friday, April 15, 2011
Saat Cinta
Saat semua berubah menjadi cinta
Tak ada yang perlu kurisaukan
Tak ada pula yang perlu kukeluhkan
Semua hanyalah keindahan
Keindahan dalam mengabdi
Keindahan dalam belajar menjadi seperti yang kau harapkan
Keindahan dalam ikhlas menerima semua yang ada
Keindahan dalam menyimak dan membaca dirimu, kasihku
Keindahan… dalam mencintaimu
Thursday, March 31, 2011
Wahai Mentari, Duhai Pelangi
Mentari,
Maafkan daku lupa pada hangatmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Menghangatkan hatiku
Pelangi,
Maafkan daku abaikan indahmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Melukiskan keindahan di hatiku
Wahai mentari, duhai pelangi
Maklumilah...
Hatiku kini bermusim baru
Menyemai syahdu
Maafkan daku lupa pada hangatmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Menghangatkan hatiku
Pelangi,
Maafkan daku abaikan indahmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Melukiskan keindahan di hatiku
Wahai mentari, duhai pelangi
Maklumilah...
Hatiku kini bermusim baru
Menyemai syahdu
Saturday, February 12, 2011
Langit Pagi
Langit pagi ini
Siratkan warna hati
Membentang bagai lautan permadani
Membiru bagai indahnya mimpi-mimpi
Mungkin kini
Langit kata sedang memuai jiwa
Mengumpulkan bait-bait nan indah
Dalam kristal awannya
Mungkin nanti
Kala ia tlah berevaporasi
Kan kuhujani engkau dengan puisi
Kan kuindahkan engkau dengan pelangi diksi
Sumber gambar dari sini
Thursday, January 27, 2011
Aku Lupa
Ternyata aku lupa
Engkau membuat langit menjadi lega
Engkau membuat petani bergembira
Engkau menyejukkan sesak udara
Ternyata aku lupa
Derasmu ciptakan berkah di bumi
Derasmu lelapkan mimpi
Derasmu hadirkan pelangi
Ah, jika aku ingat
Betapa engkau akan kuizinkan
Menderas tiap hari
Membanjir di sini
Aku mencintamu, hujan
Sumber gambar dari sini
Thursday, January 20, 2011
Thursday, January 13, 2011
Jika Kau Rindu
Puisi punya rumahnya
Menjadi tempat berteduh
Menjadi tempat berteduh
Menjadi tempat mengadu
Puisi pun kadang tak pulang
Layaknya kita, yang selalu rindu akan pulang
Saat tak ada lagi tempat untuk pulang
Jika kau rindu puisi
Pulanglah...
Pulanglah...
Wednesday, January 12, 2011
"Dah sampe mana hafalannya?"
Beberapa hari yang lalu, saat bersilaturrahim dengan teman-teman seperjuangan di sebuah acara, saya iseng bertanya dengan anak dari salah satu Mbak yang ikut dalam acara itu.
"Adek sekarang hafalannya dah sampe mana?", saya bertanya dengan santai sambil menikmati acara tersebut.
Lalu, ia juga menjawab dengan santai sambil cuek menatap ke depan, "Al Qolam".
*glekkk* Saya benar-benar tertohok, tertampar keras sekaligus malu. Betapa saya sungguh malu, mengingat hafalan saya yang masih cekak. Saya teringat bagaimana susah payahnya menghafalkan sepertiga jumlah surat dari Al Qur'an. Sedangkan anak ini, sudah jauh ke depan, Juz 29! Padahal ia baru kelas 3 SD!
Malu. Asli. Malu sekali. Betapa saya sering melonggarkan diri untuk tidak menghafal ayat-ayat suci. Betapa saya sering berharap pada ucapan `nanti'. "Nanti saja lah, kan masih ada waktu".
Dan saya semakin tertampar keras, saat melihat rekaman video para Hafizh dari Tajkistan. Adalah Muhammad Ayub, usianya baru 7 tahun. Ia adalah salah satu penghafal Al-Qur'an terkecil di dunia dari Badan Tahfizh Al-Qur'an Internasional. Mendengarkan ia sedang tasmi' dengan kualitas bacaan yang luar biasa, saya merinding. Ada beberapa anak lagi yang sempat saya dengarkan hafalannya, Mihrabuddin (7 tahun), Shalaahuddin (7 tahun), dan Najmuddin (6 tahun). Kesemua anak-anak itu adalah Hafizh, hafal seluruh Al-Qur'an. Subhanallah...
Ingin sekali saya membagi videonya disini, hanya saja belum sempat saya edit. Pokoknya mendengarkan anak-anak itu bersenandung Al-Qur'an, saya merinding, sekaligus iri.
Maka pertanyaan yang harus segera diajukan pada diri kita adalah, "Dah sampe mana hafalannya?"
(ninja) *dissapear*
Sumber gambar dari sini
Sunday, January 09, 2011
Dunia Pasti Berputar
Mengingat kord lagu ini cukup mudah bagi saya (kecuali F), maka patut dicoba. Here we go :
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G C
Jalani semua yang ada di dunia
Int: G Am G F Em Dm G
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
F G
Ikhlaskan segalanya
F G
Jalani semua yang ada…
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G
Jalani semua yang ada.. ho ho ho hoho
Interlude: Am G C Dm E
Am-G Am G C
D Dm G
C G
Ho ho ho Tuhan pasti berikan kita
Am Em
Segala yang indah
F C Dm G
Dengan segala anugerah tuk kita
C G Am Em
Yakinkan kita pasti bisa jalani semua
F G
Jagalah semua yang telah ada
Dm G
Tuk hidup kita
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G C G Am G
Jalani semua yang ada di dunia
Coda: F Em Dm G
Saya suka lagu ini, lirik yg meneduhkan jiwa ditambah dengan nada-nada yang pas di hati, menjadikan lagu ini enak didendangkan di waktu-waktu sela. Cuma jari saya belum terbiasa dengan kunci F, masih ancur! :D
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G C
Jalani semua yang ada di dunia
Int: G Am G F Em Dm G
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
F G
Ikhlaskan segalanya
F G
Jalani semua yang ada…
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G
Jalani semua yang ada.. ho ho ho hoho
Interlude: Am G C Dm E
Am-G Am G C
D Dm G
C G
Ho ho ho Tuhan pasti berikan kita
Am Em
Segala yang indah
F C Dm G
Dengan segala anugerah tuk kita
C G Am Em
Yakinkan kita pasti bisa jalani semua
F G
Jagalah semua yang telah ada
Dm G
Tuk hidup kita
C G Am G
Dunia pasti berputar
F Em Dm G
Ada saatnya semua harus berubah
C G Am G
Ingat pasti bertukar
F Em Dm G
Kita harus siap hadapi semua
F G
Ikhlaskan segalanya
F G C G Am G
Jalani semua yang ada di dunia
Coda: F Em Dm G
***
Saya suka lagu ini, lirik yg meneduhkan jiwa ditambah dengan nada-nada yang pas di hati, menjadikan lagu ini enak didendangkan di waktu-waktu sela. Cuma jari saya belum terbiasa dengan kunci F, masih ancur! :D
Chords source : from here
Saturday, January 08, 2011
About Music
Musik, aku mengenalnya sejak masih sangat mungil. Teringat dulu, ketika aku suka menghapal semua lagu yang kudengar, entah itu lagu anak-anak atau lagu orang dewasa. Teringat dulu, ketika aku sering meminta Papa untuk memainkan pianonya, lalu aku bernyanyi dengan riang. Tak ada pelajaran disana, entah itu tentang nada, tempo, apalagi genre musik. Tahukah apa yang dihasilkan dari musik? Sebuah perasaan yang tak tergambarkan, ada riang disana, ada ketenangan disana. Dengan musik, hati seolah bisa mengadu begitu saja. Mengadukan apapun.
Saat dewasa, aku mengerti bahwa menciptakan harmonisasi sebuah karya seni musik tidaklah mudah. Teknik yang berbeda di setiap alat musik memberi warna yang sangat menakjubkan. Ingin rasanya diri ini menjadi bagian dari harmoni itu. Tidak muluk-muluk. Aku hanya ingin bisa menghibur diriku sendiri, dengan harmoni. Namun, mengetahui tingkat kesulitan dari setiap alat musik adalah seperti menatap langit. Jauh, seolah tak terjangkau. Lalu kucoba mengurai dari yang paling sulit kujangkau, dan akhirnya kutemukan jawabnya.
Gitar. Ya, gitar. Sebuah alat musik yang mudah ditemui dimana saja. Di kampung paling pelosok sekalipun. Bahkan pengamen yang tak mampu membeli gitar paling murah pun bisa membuatnya sendiri. Lihat saja penampakan ini :
Maka bisa dibilang, gitar adalah alat musik yang `merakyat`. Sejak dulu, aku sudah jatuh cinta pada gitar. Ingin sekali rasanya memetik senar-senarnya, memainkan jemari mencari nada-nada indah. Namun, aku baru bisa mewujudkannya saat merantau, akhir 2009 lalu. Itupun tak ada yang bisa mengajari bagaimana teknik bergitar dengan benar. Otodidak saja, cari lagu jenis chordnya sedikit, lalu mencoba memainkannya satu demi satu. Maka bisa ditebak hasilnya, berantakan. Namun, walau cara bermain gitar masih payah, ada kesenangan tersendiri saat bisa menaklukkan sebuah kunci nada.
Gitar, mudah dibawa kemana saja, bisa dimainkan dimana saja, namun harmonisasi yang dihasilkannya sungguh menakjubkan. Ada banyak gitaris yang bisa menginspirasi jiwa-jiwa musikal. Sebut saja salah seorang gitaris anak bangsa, Jubing Kristianto. Ia menciptakan sebuah karya musik yang fenomenal sekaligus menakjubkan.
Melihat dan mendengar aksi solo guitar tersebut, membuat saya terkagum-kagum. Betapa sebuah harmoni yang menakjubkan bisa diciptakan dengan teknik sedemikian rupa. It's awesome.
Saya yakin, masih ada begitu banyak karya seni musik yang hebat di dunia ini. Ada begitu banyak pelaku seni musik dengan genre musik yang berbeda, dengan alat musik yang berbeda pula.
Musik, ada satu hal yang pasti kita temui di dalamnya; sebuah kekayaan tiada tara.
Subscribe to:
Posts (Atom)






