Sunday, September 28, 2008

A Brief of "Curhat" :D


Alhamdulillah, akhirnya pagi ini bisa mosting lagi. Maaf ya sobat semua, saya ga ngasih-ngasih kabar, kemaren saya sempat off dari kegiatan blogging and netting karena saya pergi ke Palembang 3 (tiga) hari. Saya pergi dalam rangka keperluan bisnis dan pribadi. Keperluan bisnisnya, saya membeli bahan baku untuk pemesanan cetak undangan. Dan keperluan pribadinya adalah saya mau nonton LP alias Laskar Pelangi and book hunting! :D He he he.


Sebenarnya saya hampir tidak pernah nonton bioskop. Tapi, karena filmnya adalah film adaptasi dari sebuah novel fenomenal, saya tak boleh melewatkannya. Karena di Pagar Alam tak ada bioskop, maka sambil taking a trip for business, saya sekalian nonton ;) Filmnya, subhanallah… saya belum bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Tapi, sepanjang saya menonton film LP (Laskar Pelangi), saya menangis berkali-kali dan juga tertawa berkali-kali. Benar-benar sebuah film yang dahsyat dan fenomenal di tengah krisis sensitivitas nurani di dunia film saat ini. Perjalanan saya menonton film Laskar Pelangi serta bagaimana pendapat saya tentang film dahsyat ini insya Allah akan saya ceritakan di postingan yang berbeda.

Sepulang dari Palembang, tepatnya tanggal 26 September 2008 hari Jum’at, saya ambruk. Tak pernah saya selelah itu di perjalanan, tapi wajar saja, karena saya duduk di kursi paling belakang bis, hiks hiks! Duduk dengan kaki tergantung (karena posisi kursinya lebih tinggi dan saya pendek), dengan kondisi tubuh yang lelah & tidak fit, membuat tubuh saya pegal-pegal dan sangat tidak nyaman. Makanya setelah sampai di rumah, saya belum sempat ngapa-ngapain. Biasanya kalau tubuh saya super lelah, daya tahan tubuh melemah, maka saya mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan dengan kadar air tinggi dan istirahat yang cukup. Alhamdulillah pagi ini saya sudah cukup fit, setelah kemarin saya beraktivitas penuh dari pagi sampai sore. Saya malu sama bos sudah izin tiga hari, he he he.

Di penghujung Ramadhan ini, semoga kita masih terus bersemangat. Walaupun banyak orang sibuk dengan persiapan lebaran yang bisa membuat ibadah jadi bablas pahalane , insya Allah kita semua tetap pada jalan yang lurus, jalan yang diridhaiNya. Karena bukti ketidakikhlasan sebuah amal di bulan Ramadhan ini terlihat ketika menjelang lebaran, sibuk dengan aneka kue, masakan, baju baru, pernak-pernik rumah sehingga melupakan jamuan Allah di sepuluh malam terakhir. Na’udzubillah…

Sobat, mudah-mudahan Allah melindungi kita, mengaruniakan hati yang bersih, hati yang lapang, hati yang suci. Moga tercapai fitrah.