Terdiam dalam Kata

.:: Melesat tanpa berpijak - Takjub fana rasa ::.

Belajar Bersyukur

Pernahkah kita berpikir sejenak, bertafakur, merenungkan diri kita sendiri. Wajah kita, panca indera kita, langkah kaki kita, tubuh kita, semuanya sempurna... tanpa abnormalitas apapun. Tanpa kita sadari, semua fungsi organ tubuh kita bekerja tanpa henti, tanpa gangguan berarti. Hidung menghirup udara dengan bebasnya, jantung berdetak, proses metabolisme berjalan, saraf-saraf di otak bekerja sesuai fungsinya, dan lain sebagainya.


Semua indera kita pun berfungsi dengan baik. Mata kita bisa melihat dengan jelas... warna-warni benda sekitar kita, tulisan yang kita baca, indahnya pemandangan alam, manisnya senyum, semuanya. Telinga dapat mendengarkan semuanya dengan normal, suara deruman keras kendaraan, pembicaraan orang-orang, musik dan lagu yang indah, keriuhan, bahkan karena telinga kita bisa menikmati keheningan. Hidung ini, bisa mencium berbagai jenis aroma... wanginya mawar, harumnya melati, sedapnya sate, nikmatnya ayam bakar, dan masih banyak lagi. Mulut dan lidah kita, dengannya lah kita dapat merasakan berbagai macam rasa, berbicara dengan jelas, merasakan nikmatnya mengunyah makanan, berteriak, tertawa, bernyanyi, menangis.



Begitu juga dengan fungsi motorik kita, kita dapat berjalan santai, berlari, senam aerobik, yoga, menendang bola, serta semua aktivitas lainnya.


Namun, pernahkah kita berpikir, bagaimanakah jika semua itu diambil satu saja dari diri kita? Bagaimana jika kita tak dapat melihat? Sungguh gelap rasanya dunia ini. Lalu bagaimana pula jika kita tidak dapat mendengar? Bagaimana jika kita tak dapat mengucapkan satu patah kata pun? Bagaimana jika indera perasa kita tak berfungsi? Bagaimana jika kita sulit bernafas? Dan bagaimana pula jika tubuh kita lumpuh, tak dapat melakukan apapun kecuali hanya berbaring?


Seringkali kita merasa tidak beruntung, hidup serba susah; makan seadanya, pendidikan rendah, cari pekerjaan sulit, harga barang serba mahal, rumah ngontrak, dan aneka kondisi serba susah lainnya. Mungkin sering juga kita berandai-andai, "Enak ya... kalo jadi orang kaya. Enak ya... kalo udah punya rumah sendiri. Enak ya... kalo punya pekerjaan dengan gaji gede. Enak ya... kalo punya motor baru. Enak ya... bisa kuliah di tempat bergengsi" dan semacamnya.


Teman, ternyata... kita belum pandai bersyukur. Tubuh kita yang sehat, panca indera kita yang berfungsi dengan baik, dan sebagainya, semua itu sungguh merupakan nikmat yang tak tergantikan dan patut kita syukuri. Saya jadi teringat sebuah syair nasyid, "Apa yang ada jarang disyukuri, apa yang tiada sering dirisaukan, nikmat yang dikecap baru kan terasa, bila hilang..."


Teman, ternyata... kita masih harus banyak belajar mensyukuri hidup ini. Sungguh pun itu hanya nikmat berjalan kaki sejauh 2 km dari rumah ke kantor karena gak ada ongkos (syukur kaki masih berfungsi dengan baik), atau hanya dapat melihat pemandangan gundukan sampah di belakang rumah setiap harinya (syukur masih bisa melihat), atau pun dapat mencium bau air selokan yang busuk (setidaknya hidung masih berfungsi), atau pula mendengar dengkuran keras salah satu kerabat atau keluarga kita (syukur masih bisa mendengar dengan jelas).


Jika kita mau menghitung-hitung nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, maka takkan pernah selesai kita menghitungnya. Maka, mari belajar bersyukur walaupun bukan karena nikmat. Karena kata seorang bijak, "Kenikmatan itu bukan terletak pada nikmatnya, tapi pada kesyukurannya." Semoga di bulan Ramadhan ini, kita semua dapat berlatih menjadi ahli syukur.


"Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan" (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)


NB : Terinspirasi dari pemikiran yang tiba-tiba saja menyeruak ke dalam hati.

14 comments:

dengan pandai bersyukur, insya Allah akan jadi jiwa-jiwa yang tenang.

*nice tausiyah*

 

wuih, pertamax ternyata (dance)

 

@Pradna : bukan tausiyah, tp perenungan bersama ^_^

 

setiap saat emang harus bersyukur

 

@Adicahblora : ya.... thanks dah komen ke sini :)

 

"Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan" repeat 31 times ;)
thanks Ciciiiii... :D

 

@ethie : ^_^ (cozy)

 

`Syukuri apa yang ada... hidup adalah anugerah`

*tiba-tiba jadi ingat lagu ini*

 

@dhodie : lagu religi baru yak? :D ya... syukur itu bukan terletak pd kenikmatanny, tp pd kesyukuranny ^_^ *semoga kita mjd hamba yg pandai bersyukur* (worship)

 

nice nice...

hal2 kecil kek gini memang kadang lalai untuk disyukuri, dan baru terasa saat kita kehilangannya. Jadi ingat salah satu potongan ayat dalam AL-Qur'an

Lainsyakartum laadzidannakum walainkafartum inna adzabi lasyadiid (kalo ga salah QS Ibrahim : 7 yak?) Cmiiw :)

 

@iLLa : Yup...Allah akan menambah nikmat bagi org2 yg bersyukur... ^_^ (cozy)

 
This comment has been removed by a blog administrator.
 

Allhamdullillah y Allah..,

 

Alhamdulillah, kita harus bersyukur akan nikmat dan karunia dari Allah SWT