Wednesday, January 06, 2010

Beku

Cerah itu hilang sudah
Cahaya itu gelap sudah
Kabut yang mulai terlihat menipis
Kini dihujani salju
Membawa hawa dingin hingga hanya beku yang menyapa

Bias cahaya ufuk Timur dan Barat
T'lah lama menjauh
Bias sinar ufuk Utara dan Selatan
Yang ku harap 'kan dapat menghangatkan dinginku
Pun t'lah pergi dengan angkuh
Menyisakan kebekuan yang kukuh
Dingin tak terperi


Kini,
Ku hanya akan berteman dengan sepi
Bercerita pada angin, bercanda pada hujan
Berhangat dengan mentari, bercengkrama pada malam

Aku hanya akan mendengarkan curhat awan
Menampung segala rasa hingga mendung begitu tebalnya
Hingga hujan menjadi akrab layaknya teman setia

Aku hanya akan bernyanyi pada air
Yang 'kan hiburku dengan nada perkusinya
Yang 'kan hidupkan jiwaku dengan senandung alamnya

6 comments:

iLLa said...

kalo suatu saat kebekuan itu sudah mulai mencair, cuman mw bilang I'm here


..karena setiap cobaan akan meningkatkan kualitas diri kita
jika kita menghadapinya dengan tepat :)

dhodie said...

Jangan merasa sendirian yaa...

Cici punya banyak sahabat yang akan mendengarkan keluhanmu dan mencarikan solusi masalahmu :-)

Sabar yaaa (cozy)

Henny Y.Wijaya said...

kebekuan itu suatu saat pasti akan mencair. semoga ^^

Pradna said...

betapa tidak berartinya hamba, hamba pun selalu siap barada di pos, jika sewaktu-waktu Yang Terhormat memanggil hamba... (menjura)

Bang Irwan said...
This comment has been removed by the author.
Bang Irwan said...

tak penting bagiku seberapa tinggi ombakmu,
wahai lautan
tak penting bagiku seberapa ganas badaimu,
wahai angin
tak penting bagiku seberapa deras arusmu,
wahai air
tak penting bagiku seberapa pekat warnamu,
wahai awan

aku hanya butuh
setitik cahaya yang memberi arah
sebab ku yakin pasti kan sampai disana
dengan tertatih, terseret, atau pun tegak melangkah, terserah...
sebab takdirku ada disana
menanti jiwa yang pemberani ini meraihnya...

- jadilah pemberani, Sobat! Sebab hidup selamanya tertawa untuk mereka yang lemah....