Tuesday, July 01, 2014

Atas Nama Kesalahan

Memang tidak mudah, menyikapi kesalahan seseorang dengan cara yang benar. Yang ada hanyalah rasa ingin menghujaninya dengan kata-kata makian, menghujaninya dengan penghakiman. Merasa benar sendiri. Harusnya begini, harusnya begitu. Tanpa mau tahu, ada apa dibalik semua. Apa alasan sebenarnya. Bagaimana kondisi yang terjadi.

Memang sungguh mudah, meluncurkan sang lidah. Senjata yang paling tajam di dunia, yang telah terkenal kehebatannya itu. Namun berpikirkah, luka yang diakibatkannya. Lama menganga. Tak secepat mengucap kata penawar yang ringan; maaf.

Alibi yang paling diandalkan untuk mengghibah biasanya "curhat". Agar hati lega. Tapi tahukah? Malaikat selalu mencatat.

Pernahkah berpikir, apa yang paling kita inginkan, saat kita melakukan kesalahan? Dimaklumi bukan?

Bahwa setiap orang punya sisi lemah, sisi gelap, karena memang manusia diciptakan dengan kecenderungan fifty-fifty antara kebaikan dan keburukan.

Bahwa kita semua diciptakan jamak, agar berdekatan. Saling mengingatkan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Alfa, lupa, lalai, kadang terlena. Itu semua manusiawi.

Maka terlepas besar atau kecil sebuah kesalahan yang dilakukan seseorang, sikapilah secara manusiawi, layaknya kita yang senantiasa memohon ampunan padaNya, atas dosa-dosa berulang yang tak terhitung angkanya.

4 comments:

Obat Herbal Kondiloma Akuminata said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Cia ling said...

keren article nya gan...kunjungi blog saya jg ya gan
http://chaniaj.blogspot.com/

Pojok Pradna said...

#tersentuh

maaf..

darfin arifin said...

semua orang tidak sempurna si
tpi kalo orang salah malah kit hakimin itu berlebihan :)
kasi kesempatan dahulu haha