Monday, November 17, 2008

Musuh Sejati


Duhai musuh sejatiku
Musuh besar sepanjang hidupku
Tak mau kah kau hentikan asapmu ?
Yang membanjiri dadaku dengan racun
Yang menyesakkan nafasku setiap waktu

Wahai pencuri kantong-kantong pria
Pencuri vitalitas kaum muda
Tak kunjung padamkah baramu ???


(Sebuah keprihatinan mendalam bagi para perokok)

16 comments:

zidaburika said...

Ijinkan saya berbagi keprihatinan dan pendapat.

Saya pribadi mengikut fatwa guru saya, bahwa hukum merokok itu adalah HARAM.

Bisakah si perokok memberikan penjelasan dimana letak manfaat rokok saat ini? Lebih banyak manakah? Manfaat atau mudharat?

Terlebih ketika si perokok melakukan kebiasannya tanpa mengindahkan hak dan perasaan orang-orang di sekelilingnya saat merokok dalam satu area.

Satu keprihatinan saya yg mendalam :(

cici_silent said...

Syukran atas comment-nya Akhi. Ya, sungguh sebuah keprihatinan yang mendalam. Dahulu, khamr dinyatakan haram karena mengandung beberapa zat berbahaya. Bagaimana dengan rokok yang mengandung lebih dr 4000 jenis racun ? Namun, MUI masih naif, krn mereka jg konsumen. Dan sebagian besar negara Islam setahu sy sudah mengharamkan rokok. Indonesia kapan yach ???

Ahmad El Habash said...

bener......kalo menurut sbgian ulama ada yang makruh....!!!
Tapi alhamdullillah saya ngga pernah ngerokok...!!!tapi salah yg ngerokok juga sich....!!!sudah ada peringatan bisa menjadikan bermacam2 bahaya....tapi tetep aja ....!!!

Kaka said...

penghamburan aja ya

Bang Izz said...

Musuh sejati...
Lawan dari teman sejati...

yah... payah...
Tapi kalo hanya karena rokok lantas kita jauh dari mereka & mereka menjauh dari kita...

Maka, kita berda'wah kepada siapa?

yah... masak pada ibu2 saja?
yah... tak tahulah...
tapi kalo aku, aku benci rokok!
Tapi mereka yg perokok, tetap saja mad'u yang berhak kita da'wahi,

You know, may be some times Allah memenangkan da'wah ini melalui suara mereka... melaui uang mereka...
Who knows?

But, whatever... rokok is bad for us!

Hellen said...

mending dipake buat beli yang bermanfaat ya... kalau gak bisa ditabung....

cici_silent said...

@ahmad : Iya, para perokok telah dibodohi dirinya sendiri.
@kaka : Yup, betul banget!
@bang Izz : Islam is for all, nothing exception. But... ini patut jadi renungan, berapakah orang yang meninggal karena rokok setiap harinya ? Jawabannya adalah, tiap 3 menit sekali ada 1 orang meninggal karena rokok (info dr penelitian ilmiah luar negeri). Gawat nggak tuh!
@Hellen : Definitely! Kalo merokok sehari 1 bungkus, 9 ribu, sebulan 270 ribu. Sy heran banget....sangat heran, mengapa banyak orang membayar dengan begitu mahal untuk sebuah bibit penyakit?!!! Pfuih....

Mr. Eagle said...

upss untung eagle ngk merokok....

cici_silent said...

Baguss eagle.......dakwah dg yang lain jd donk biar berjenti merokok, he he .

yeyen-scootman said...

Waduhhh gimana ya mbak???!!!

# Saat aku baca postingan mbak baru aja bakar rokok
# Saat mau ngisi comment rokok dah tinggal separuh
# ehhh saat comment ku dah ter posting rokok ku dah habis

Jadi emang rokok sebagai teman waktu Ngeblog!!! hehehe

cici_silent said...

@ yeyen-scootman : Wah...sy prihatin kalo mmg begitu kenyataannya. Kewajiban sy hny mengingatkan, ketika sy telah mengingatkan dan yang bersangkutan masih tetap melakukan hal itu. Maka, insya Allah sy sudah lepas pertanggungjawaban... Smoga Allah memberikan hidayah pada Anda. Amiin.

Anonymous said...

perokok warga bangsa yang paling taat pajak (hahahahahahha) becanda,.....

ibnu said...

MasyaAllah, puisinya menarik..

betapa rokok tidak hanya merugikan penggunanya, tapi juga mengganggu orang-orang sekitar (bahkan lingkungan)

berita terbaru tentang rokok: http://www.detiknews.com/read/2008/12/05/172337/1049000/10/janji-haji-jadikan-hari-arafah-sebagai-hari-berhenti-merokok

Wassalam

sunardi said...

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Yudha emang paling keren said...

Bagus, banget puisinya..
saya udah terjebak sama addictivenya rokok, mulai SMA. sulit banget mw berhenti. Gak kebiasa klo melakukan sesuatu tanpa rokok. Ini jawabanku, atas pertanyaan temen-temen semua(mengapa perokok sulit berhenti). sorry yah klo asepnya ganggu.. klo gak ngerokok rasanya seperti mandi engga pake sabun. ^^

cici_silent said...

@yudha : smoga Allah menguatkan hatimu untuk meninggalkan rokok. Rokok adalah salah satu hal di dunia ini yang paling tidak saya mengerti mengapa orang begitu mencintainya.