Dari Bantar Gebang, di tengah rasa lapar yang memuncak, kami digiring ke sebuah tempat bernama President University. Di sini saya bingung, President University maksudnya apa yah? Universitasnya presiden? hahaha (lol) Belum habis kebingungan saya, saya dikejutkan pula dengan sebuah label (doh! persisnya saya lupa, tapi kurang lebih "Area wajib berbahasa Inggris"). Walah walah... keren juga!
Di sana kami disambut dan langsung diberi wejangan berlembar-lembar bacaan tentang President University dan Jababeka, suasana antarblogger yang kelaparan jadi tambah mencekam setelah mendengar para penyambut tamu itu bercas-cis-cus English :D (mungkin lebih baik diam, daripada dihukum karena tidak lancar berbahasa Inggris, haha) Tapi, saat mau naik lift, ada seorang blogger yang langsung berbicara bahasa Inggris pada saya! (woot) Dia mengomentari salah satu petugas yang baru saja bilang, "You're welcome", setelah diberi wejangan "Thank you" oleh blogger smart yang satu ini. Dari name tagnya saya tahu bahwa namanya, Alimah. Dia lalu berkomentar ringan, "You know... in British, people seldom say 'you're welcome'. When someone say 'thank you' they will say 'no problem'. Wuih... boleh juga ni anak ngomong English nya :D Saya hanya manggut-manggut. (okok)
Sampai di lantai tiga (eh, waktu itu lantai dua apa lantai tiga yak? maaf saya lupa :D), kami langsung diberi wejangan yang telah lama dinanti-nanti, menu makan siang! Lalu, kami masuk ke sebuah ruangan yang cukup luas, dan duduk menyantap makan siang sembari disuguhi tayangan sekilas tentang President University dan Jababeka.
Beberapa puluh menit kemudian, acara pun dimulai. Diawali dengan sambutan dari Pendiri sekaligus pemilik President University, yakni Mr. Suresh. Dari penjelasan beliau, barulah saya paham bahwa President University adalah sebuah wadah pembelajaran yang luar biasa, yang dapat mencetak generasi-generasi unggul dan siap kerja! Termasuklah keahlian berbahasa Inggris itu, beliau bilang, "Bahasa Inggris itu gampang, 'You know, I know, that's English'." (haha) Pokoknya, mendengarkan Mr. Suresh ini, sukses membuat rasa kantuk saya hilang.
Pembicara selanjutnya, sukses membuat saya terkantuk dan getting bored (doh). Nama Bapaknya saja lupa! (double_doh) Maafkan saya Pak, mungkin karena efek lelah dan penat hari itu, jadi saya membutuhkan jokes-jokes yang segar untuk menyegarkan mata saya. :D
Pembicara ketiga, ini nih... yang membuat saya terperangah, terpongah, tertawah! :D Dialah Bapak Pohon Indonesia, Eka Budianta. Begitu menarik cerita Pak Eka tentang pohon. Beliau bercerita dengan aksi kocak, "Percaya gak kalo Tuhan itu dekat sama pohon? Contohnya saja, ketika kita berdo'a pada tuhan, kita pasti akan me-mohon... (dasar kata : pohon) :D Lalu, kita juga me-manjat-kan do'a... (pohon khan emang suka dipanjat :D)". Pokoknya semua heboh, tertawa terbahak-bahak. Sampai-sampai ada yang mengeluarkan emo (lmao) secara tidak sadar, wakakakak. Tapi, justru dengan gaya presentasi semacam itu, kami menyerap pesan yang disampaikan dengan baik. Terbukti, kelak menjelang senja, banyak yang jatuh cinta pada pohon. Lihat saja gambar di bawah. :D
Saya begitu antusias mendengarkan paparan Bapak Pohon yang jenius ini, mulai dari keunikan nama-nama pohon sampai pada keistimewaan nama-nama pohon di Indonesia. Selain itu, beliau mengajarkan tiga kiat agar kita dapat mencintai pohon. Pertama, catat nama pohon yang dijumpai. Kedua, tanam! Ketiga, ajak orang lain mencintai pohon. Subhanallah... jika semua orang menerapkan kiat Pak Eka tersebut, saya yakin, seluruh penjuru negeri ini akan hijau menyejukkan.
(Bapak Pohon : Eka Budianta)Pada saat acara berakhir, saya sempat menangkap indahnya salah satu area Jababeka di belakang gedung President University. Menyejukkan sekali... Ingin saya berlama-lama menatap pemandangan indah ini, tapi Ibu yang satu ini menyadarkan saya, "Ayo... ntar kita ketinggalan!" :D
Dari President University, kami diajak menikmati kesejukan dan keindahan salah satu green area Jababeka. Menurut pemandu di bis yang kami tumpangi waktu itu, suhu udara di area Jababeka bisa dua derajat lebih rendah dari pada di lokasi lain di Bekasi, subhanallah...
Selama di perjalanan menuju Pohon yang akan berulang tahun pada hari itu, saya begitu menikmati pemandangan hijau yang terbentang di kanan-kiri jalan. Cukup mengagumkan. Sudah lama saya tak menikmati pemandangan segar seperti ini, subhanallah...
Sampai di sana, ada 15 pohon yang siap tanam. Jadi, ada 15 perwakilan blogger yang akan menanam pohon-pohon itu secara berjama'ah. Saya bersama rekan sesama anggota komunitas blogger Wong Kito, menanam sebatang pohon "Cerbera Odollam" (Entah itu pohon apa :D)
Setelah menanam, kami langsung berkumpul. Dan ternyata telah disiapkan sesaji untuk merayakan ulang tahun pohon ini :D Lalu, sebelum meniup lilin dan bernyanyi, Pak Eka bercerita sedikit tentang sejarah hidupnya, ternyata saat beliau lahir, beliau dikelilingi pohon-pohon, karena di sekitar rumahnya banyak pohon, hahaha. :D Setelah itu, kami bersama-sama menyanyikan lagu cinta untuk pohon.
Happy birthday pohon...
Happy birthday pohon...
Happy birthday, happy birthday...
Happy birthday... pohon...
Dari Jababeka, ternyata kami tidak kembali ke Asrama Haji, tapi langsung ke rumah dinas petinggi kota Bekasi itu. Dan langsung saya tersadar, "O ow... berarti tak ada kesempatan untuk mandi..." (doh) (padahal seharian wara-wiri, habis dari bertamasya ke bukit sampah pulak! mantabs...).
Di sini lagi-lagi kami disuguhi snack, oh betapa melimpahnya konsumsi buat para blogger :D Lalu, ada pula salah satu blogger yang sudah mau repot-repot membawakan oleh-oleh donat untuk si iLLa :D Dialah fajarembun yang tenar dengan Donat KCB eh KDB-nya (Ketika Donat Bertasbih) huhuhu... Emang iya apa, donat bisa bertasbih? (okok) :D h iya, di sini kami baru diberitahu, bahwa ternyata Live Blogging Competition waktunya diperpanjang sampai dengan 6 April 2010. Hmm... sip sip! Setelah berbincang-bincang sejenak dengan beberapa blogger nJowo, lalu kami berfoto bersama, eng ing eng...
Di sini, ada tragedi memilukan, si ethie jatuh sakit. Akhirnya kami harus berpisah, walau untuk sementara... (mulai lebay :D). Beliau ini sebenarnya memang berangkat ke Amprokan dalam kondisi yang tidak begitu fit, jadi beliau hanya bisa mengikuti acara Amprokan sampai sore itu. *sigh*
Sehabis Maghrib, kami digiring ke tempat acara. Menjelang makan malam, kami disuguhi musik sebagai makanan pembuka. Di awal-awal sih, pertunjukan band itu menarik perhatian saya (karena saya takjub pada seorang pemain gitar cewek, teknik bergitarnya udah mantep!), tapi... lama-kelamaan... *capek juga menyelesaikan postingan ini* Jadi, bersambung lagi aja deh! :D (worship)
to be continued...


























