Wednesday, July 13, 2011

Baiklah

Baiklah
Jika memang tak mampu kau selami
Dalamnya samudera hati
Aku takkan memaksa
Biar angin yang membelainya saat hujan menyapa

Baiklah
Jika memang tak mampu kau baca
Siratan harap dalam sikap
Aku takkan memaksa
Biar langit yang memeluknya saat senja menjelma


Mungkin memang saat ini
Kau tak mendengar simfoni
Namun kelak kau 'kan sadari
Saat aku bernyanyi


Sumber gambar dari sini

Tuesday, July 05, 2011

Bilik Hati

Cobalah rasa
Bila kau tak kuasa mendengarnya

Cobalah hayati
Jika kau tak kunjung memahami


Bilik hati ini
Engkau yang punya kunci

***

Sumber gambar dari sini

Friday, June 03, 2011

Episode Hujan



Suatu waktu dalam hidupmu
Kala hujan dengan keras menerpamu
Di saat itulah kau akan belajar
Menikmati awan kelabu

Suatu hari dalam hidupmu
Kala hujan menyapamu dengan badainya
Di saat itulah kau akan belajar
Menikmati rasa sakitnya

Aku tahu pelangi kan datang
Menghangatkanku dengan indah bias sinarnya
Tapi masihkah aku di sini?

*** 

Gambar diambil dari sini 

Sunday, April 17, 2011

Risau Rindu

Saat kutatap lekat langit jiwaku
Ingin aku singgah dan berlama-lama di sana
Menekuri riak-riak hati yang selalu haru
Mengeja bait demi bait rasa dalam nuansa biru

Saat kubaca dinding hatiku
Dirinya risau akan rindu
Namun lagu takkan berlalu
Kan s'lalu berdendang dalam nada syahdu

Mungkin nanti
Betapa jarak takkan berarti
Kau 'kan s'lalu ada di sini
Indah di hati ini

Friday, April 15, 2011

Saat Cinta



Saat semua berubah menjadi cinta
Tak ada yang perlu kurisaukan
Tak ada pula yang perlu kukeluhkan
Semua hanyalah keindahan

Keindahan dalam mengabdi
Keindahan dalam belajar menjadi seperti yang kau harapkan
Keindahan dalam ikhlas menerima semua yang ada
Keindahan dalam menyimak dan membaca dirimu, kasihku
Keindahan… dalam mencintaimu

Thursday, March 31, 2011

Wahai Mentari, Duhai Pelangi

Mentari,
Maafkan daku lupa pada hangatmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Menghangatkan hatiku

Pelangi,
Maafkan daku abaikan indahmu
Sebab ia tlah begitu rupa
Melukiskan keindahan di hatiku

Wahai mentari, duhai pelangi
Maklumilah...
Hatiku kini bermusim baru
Menyemai syahdu

Saturday, February 12, 2011

Langit Pagi

Langit pagi ini
Siratkan warna hati
Membentang bagai lautan permadani
Membiru bagai indahnya mimpi-mimpi


Mungkin kini
Langit kata sedang memuai jiwa
Mengumpulkan bait-bait nan indah
Dalam kristal awannya

Mungkin nanti
Kala ia tlah berevaporasi
Kan kuhujani engkau dengan puisi
Kan kuindahkan engkau dengan pelangi diksi

Sumber gambar dari sini

Thursday, January 27, 2011

Aku Lupa


Ternyata aku lupa 
Engkau membuat langit menjadi lega
Engkau membuat petani bergembira
Engkau menyejukkan sesak udara

Ternyata aku lupa
Derasmu ciptakan berkah di bumi
Derasmu lelapkan mimpi
Derasmu hadirkan pelangi

Ah, jika aku ingat
Betapa engkau akan kuizinkan
Menderas tiap hari
Membanjir di sini

Aku mencintamu, hujan
Sumber gambar dari sini

Thursday, January 20, 2011

Percuma

 
 
Percuma kau memoles diri
Percuma kau memasang wajah putih
Percuma kau mengumbar kata bagai gula
Dengan alasan

Aku bukan penonton
Yang menikmati pertunjukan bodohmu
 
Aku tak butuh alasan
Bahkan milikku
 
Sumber gambar dari sini
 
***
*Bubur tak kan pernah kembali menjadi nasi*
 

Thursday, January 13, 2011

Jika Kau Rindu

Puisi punya rumahnya
Menjadi tempat berteduh
Menjadi tempat mengadu

Puisi pun kadang tak pulang
Layaknya kita, yang selalu rindu akan pulang
Saat tak ada lagi tempat untuk pulang
 
 


Jika kau rindu puisi
Pulanglah...