Monday, September 01, 2008

Congratulation !!! You Meet Ramadhan This Year


Selamat Menunaikan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1429 H
Mohon Maaf Atas Segala Kekhilafan
Semoga Ramadhan Kali Ini Jauh Lebih Baik dan Lebih Bermakna

Tuesday, August 26, 2008

Hanya KuasaNya


Tiada selembar pun daun yang jatuh tanpa kuasa Allah. Tiada kuasa sedikit pun jantung ini berdetak tanpa izinNya. Betapapun perkasanya kita, setinggi apapun ilmu yang kita miliki, selihai apapun kita menghadapi hidup ini, sungguh, kita sangat lemah jika tanpa pertolongan dan rahmat dari Allah Swt

Seperti hari ini. Tanpa disangka, tanpa terprediksi, unbelievable, saya mengalami kecelakaan yang cukup unik.
Like usual, saya mengerjakan tugas-tugas di kantor. Seringkali saya keluar untuk foto copy & penjilidan, cetak foto, ke warnet, ngenet juga, dengan mengendarai motor. Sebenarnya belum lama sih saya bisa mengendarai motor, tepatnya Januari kemarin. Dengan bermodal tekad dan keberanian, saya mulai pergi ke mana saja dengan mengendarai motor. Saya senang karena dengan begitu saya lebih mobile dan waktu menjadi efisien. Siang tadi sekitar pukul 11.30 saya diajak rekan kerja untuk mengantar berkas RPJM ke kantor Bappeda karena hari ini deadline.

Dengan pengalaman mengendarai motor seadanya, saya jalan saja ke lokasi kantor Bappeda yang bertempat di Gunung Gare (Sebuah tempat perkantoran sekaligus tempat pariwisata di kaki gunung Dempo). Terus terang saya penasaran di mana kantor Bappeda itu, karena saya belum pernah ke sana. Saya hanya pernah ke kantor-kantor yang lain, tapi Bappeda belum pernah saya datangi. Tapi, saya jalan saja sembari bertanya terus ke belakang di manakah letak kantor itu. Setelah melewati perjalanan menurun, menanjak, belok kiri, lurus..... kemudian menurun lagi, gedungnya mulai terlihat di sisi kiri jalan, lebih tepatnya di sisi jurang sebelah kiri saya. Saya terus menelusuri jalan menurun itu, lalu motor saya semakin melaju kencang, namun tanpa disangka jalan aspal yang menuju kantor tersebut hanya separuh dan separuhnya tanah berdebu bercampur koral. Dan perbatasan antara aspal dan tanah itu cukup tinggi. Parahnya, motor kakak saya yang sering didandani itu rem tangannya blong!

Motor semakin tak terkendali, saya langsung berteriak, "Masya Allah!" Teman saya yang di belakang berteriak resah, "Hati-hati, Ciiiiiii!!!" Kecepatan semakin tak terkontrol, dan rem kaki yang sudah saya injak sejak turunan tadi sepertinya tidak terlalu membantu. Dan akhirnya........ "Allahu akbar!!!" Gubraks!

To be continued...

Saturday, August 23, 2008

PR dari Mbak Mei

Kemaren dapet PR mendadak dari Mbak Meitria Cahyani, kaget juga karena dah lama gak bikin PR kayak ginian, he he. Tapi saya berterima kasih atas PR-nya, semoga semua mendapat ilmu dan inspirasi.

4 Kerjaan

  • Hmm, pertama jadi Asisten Bidan, waktu itu gak nyangka banget bakal menangani ibu-ibu yang mau melahirkan, memandikan bayi-bayi mungil nan lucu, dengan segala pernak-pernik kehidupan mereka. Walau cuma satu tahun, tapi pengalaman kerja ini benar-benar menginspirasi hidup akan gigihnya perjuangan para ibu.
  • Kedua, saya bekerja di RSD Besemah Kota Pagar Alam, Agustus 2005 di Poli Anak, Juli 2006 di Zaal Wanita, Februari 2007 saya diseberangkan di Sub.Bid. Perencanaan, Diklat, & Evaluasi karena pada saat itu tenaga yang expert di bidang IT sangat sedikit, so I was moving from nursing into planning.
  • Ketiga, bantu-bantu Kakak saya di Bina Utama, ngetik, ngajar les private, and many other jobs that earning money, he he he.
  • Keempat, nah ini pekerjaan yang baru saya lakoni secara kebetulan saja, "jualan", :D Sebenarnya sih, saya nggak bakat jadi pedagang. Ceritanya saya bawa brosur-brosur jilbab ke teman-teman kantor, eh ternyata banyak yang tertarik and mo pesan, so... jadilah saya pedagang kecil-kecilan, he he
4 Tempat Tinggal
  • Pertama, saya tinggal di daerah yang namanya "Jagalan", pada nggak tau khan dimana ? Jagalan itu adalah salah satu nama kampung yang kecil di Pagar Alam tapi masyarakatnya solid. Di sini lah saya tinggal dari kecil sampai SMP.
  • Kedua, Asrama Sekolah Perawat Kesehatan Pemda Lahat. Pada awalnya sih, tinggal di asrama itu menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena banyak teman dan punya privasi sendiri, menyebalkan karena berbagai kekurangan, ex : kurang air, kurang makan, hiks hiks hiks :D But, setelah terbiasa Asrama malah menjadi tempat tinggal paling nyaman. Teman-teman sekelas sudah dianggap sebagai keluarga, subhanallah... ukhuwah memang indah.
  • Ketiga, Perumahan Mutiara Indah II Inderalaya, Palembang. Saya tinggal hanya kurang lebih setengah tahun, karena saya berhenti kuliah dari PSIK FK UNSRI. Namun, walau hanya beberapa bulan tinggal di sini, saya sudah merasakan asyiknya hidup mandiri bersama teman-teman dari berbagai daerah & jurusan.
  • Keempat, Kampung Demporeokan, tahun 2005 kami sekeluarga pindah dari Jagalan. Di sini lumayang strategis buat bisnis. Yeah, I think that's all 4 places.
Film yang Sudah 100 x Ditonton
  • Wah, kalo ngomong soal film, dulu saya memang suka nonton, tapi belakangan saya kurangi karena menyita waktu, ga ada sih yang udah nyampe 100 kali, tapi mungkin yang paling banyak saya tonton, pertama adalah Detective Conan, he he. Saya suka karena banyak ilmu fisika dan logika yang ia gunakan sewaktu memecahkan kasus.
  • Kedua, Children of Heaven. I like this film very much. It's outrageous. Membuat semangat saya berkobar kembali, sekaligus membuat hati saya terenyuh akan kepolosan dan ketulusan Ali dan adiknya.
  • Ketiga, Remember The Titans. Yang saya salut dalam film ini adalah, ketegaran seorang pelatih yang bisa menyatukan kulit putih dan kulit hitam pada saat kontroversi sedang merajalela di Amerika Serikat. Film ini berdasarkan kisah nyata. Dan yang paling salut adalah, salah seorang pemain andalannya lumpuh namun tetap bersemangat untuk meraih prestasi-prestasi gemilang di bidangnya, tanpa sempat mengeluhkan cacat yang dideritanya. Subhanallah.
  • Keempat, Laskar Pelangi yang insya Allah tayang September ini, belum ditonton sih, tapi saya yakin akan menjadi film favorit saya, I think you know why :D
4 Makanan Favorit
  • Sop Ayam, I like it very much.
  • Soto Ayam, hmm.... top markotop.
  • Model Ikan Mang Slamet, ini mah cuma ada di Pagar Alam, he he.
  • Buah-buahan, apa aja yang penting seger.... ;)
4 Situs Favorit
  • Pertama, www.cybermq.com
  • Kedua, www.google.co.id
  • Keempat, www.eramuslim.com
  • Ketiga, www.kickandy.com
4 Acara TV Favorit
  • Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV tiap hari jam 06.30 WIB
  • Kick Andy di Metro TV
  • Wisata Kuliner di Trans TV
  • Biography di Metro TV
4 Target Berikutnya

Tuesday, August 05, 2008

Blilliante Award


Beberapa hari yang lalu seorang sahabat(Eagle) meninggalkan pesan di shoutbox, katanya ada oleh-oleh di blognya. Pas saya lihat, ternyata award eeuy! Saya terkejut sekaligus heran, apakah ini award beneran ? Apa karena saya jarang mosting jadinya saya dikasih award sehingga dicap sebagai blogger yang nyeleneh ? Tapi, setelah saya pikir ternyata award beneran yach?!


Karena amanahnya saya disuruh ngelempar award ini juga bagi 7 (tujuh) teman lainnya, baiklah akan saya hadiahkan award ini pada sahabat saya .....


  1. Au'

  2. Fakhrurrozi

  3. Ukhti Evyta

  4. Pak Amri

  5. Ust. Saif

  6. Meitria Cahyani

  7. Dhie

Congratulation! Award ini syaratnya gampang, tinggal dilempar ke 7 orang teman. S'moga yang dapat award senang dan blognya semakin barokah.... Amiin.

Saturday, August 02, 2008

Watching Vs Playing

Orang-orang pada umumnya suka nonton. Menonton apa saja, televisi, pertandingan olahraga, orang lalu lalang, kemacetan, bahkan menonton orang yang sedang menonton.
Namun saya melihat sesuatu yang berbeda pada pekerjaan "watching" ini. Saya berpikir orang-orang kok pada senang nonton ya ? (Termasuk saya, he he) Coba kalau kita bandingkan dengan "Playing". Yang secara bahasa artinya bermain atau bisa juga beraksi. Ketika beraksi, kita telah melakukan sesuatu, apapun itu. Entah itu menghasilkan atau tidak, tapi aksi telah meninggalkan bekas tentu saja. Namun, ketika kita hanya menonton... kita tak melakukan apa-apa. Kita hanya melihat orang beraksi. Terkadang kita sampai mengagumi tokoh tertentu dalam sebuah film karena watak dan perilakunya membuat kita terkesan atau terkagum-kagum. Tapi sadarkah kita, bahwa sang tokoh itu hanyalah bermain (Playing).
Saya tentu tidak menyalahkan orang-orang yang suka nonton. Tapi, sejauh mana kontribusi dari hasil tontonan itu terhadap kehidupan positif kita, itulah yang menentukan apakah kita akan memilih Watching or Playing. Namun kawan, cobalah kita pikirkan apa hasilnya jika kita lebih memilih Playing. Apapun yang kita lakukan, kita usahakan, akan memperoleh hasil. Sekecil apapun potensi usaha itu untuk menghasilkan, tak kan menjadi sia-sia. Selalu akan ada hasilnya. Saya ibaratkan usaha yang paling kecil itu adalah seperti melempar lumpur ke tembok. Memang tembok itu tak kan bergeming, apalagi runtuh. Tapi sobat, lumpur itu akan meninggalkan bekas, ada hasilnya bukan ? Itu baru usaha yang paling kecil dan lemah, bagaimana kalau kita lempar tembok itu dengan batu ? Tentu akan lebih berhasil.
Kesuksesan dan kerja keras memang tidak dapat dipisahkan. Tapi, untuk mendekatkan nonton dengan kesuksesan... ? Hmm, sobat sendiri tentu bisa menyimpulkan. Maka, ketika kita dipertemukan dengan pilihan antara watching or playing, just keep fighting to choose the second option, OK?

Wednesday, July 23, 2008

Angka 22

22 tahun. Yup, 22, itulah angka yang mewakili usiaku sekarang. Telah 22 tahun lamanya diri ini berada dimuka bumi, menghirup udara dengan bebasnya, memiliki waktu 24 jam setiap hari, tumbuh dan berkembang bersama angin, tanah, air.

Angka itu sebenarnya membuatku senang. Senang karena tengah menapaki bukit kedewasaan, senang karena seiring dengan pertambahan usia... diri ini semakin dilirik (bukan dilirik lelaki lho!), diri ini mulai dipertanyakan eksistensinya. Dan itu adalah tantangan yang menyenangkan.

Tapi, di sisi lain angka itu membuatku sedih. Sedih karena usia yang berkurang, waktu yang telah terlewati, banyak kesalahan dan kebodohan yang telah dilakukan diri ini.

Namun, terlepas dari semua itu... pertambahan usia ini membuatku lebih bergairah dan bersemangat. Aku harus lebih baik, aku harus lebih bijak, aku harus mempunyai kemampuan bertahan yang lebih kuat.

Salah satu resolusi yang saya ajukan untuk diri saya sendiri adalah "Berbuatlah, tidak yang lain." Karena dengan berbuat kita bisa mengalahkan kemalasan, penundaan, retorika, teori-teori, konsep, ide, de el el. Sebenarnya saya terinspirasi dari seorang guru universitas kehidupan ini, Pak Amri Knowledge Enterpreneur-tentu sobat semua tahu- mengatakan, "Ada seribu kunci sukses. Pertama, bertindaklah. Kedua, bertindaklah. Ketiga, bertindaklah. Keempat, bertindaklah. Sampai yang ke-seribu pun tetap bertindaklah." :D

Lebih dari itu semua, angka itu telah menginspirasiku. Bahwa berapa pun usiaku sekarang adalah saat yang tepat untuk merevolusi diri. Dari A sampai Z. Dari yang sudah jelas harus direparasi sampai yang masih rabun penyakitnya. Seperti yang telah kita semua ketahui, mengenal diri itu sulit, mengakui kesalahan diri itu sulit, dan melawan kebodohan diri sendiri juga sulit. Tapi, tak ada yang sulit jika kita menggunakan kunci sukses ala Pak Amri, he he he, saya yakin itu. Never stop, always moving. Itulah kuncinya.

Happy birthday to me... semoga Allah senantiasa menyertai, kala hati sedang lelah mencari.


NB : To Pak Amri, thanks for advice. Ditunggu lho kadonya! ;)

Tuesday, July 22, 2008

Deg...deg...deg...

Deg...deg...deg... Tik-tak-tik-tok-tik-tak-tik-tok. Jantung berdetak seakan menghampiri telinga begitu dekat. Waktu seolah menteror dengan detik-detiknya. Beberapa jam lagi... setelah jarum jam berputar setengah lingkaran... pukul 00.01 WIB tanggal 23 Juli 2008 saya akan genap berusia 22 tahun. Hmm... usia pertengahan yang membuat banyak orang gamang untuk menentukan pilihan-pilihan dalam hidup. Sobat, do'akan saya... semoga saya bisa membuat resolusi yang benar-benar meresolusi hidup.

Friday, July 11, 2008

Tetralogi Laskar Pelangi ; A Fantastic Book!

Akhir-akhir ini hidup saya dihantui sesuatu. Sesuatu yang membuat batin saya bergolak hebat, pikiran saya melambung ke angkasa, dan air mata saya berderai-derai. Sesuatu yang membuat alam bawah saya terusik, kesadaran saya benar-benar hidup, dan diri ini menjadi malu dan terkadang benci dengan diri sendiri yang tak kunjung melakukan perubahan berarti.
"Tetralogi LASKAR PELANGI", novel yang awalnya hanya saya abaikan. Wonderful! Ruarrr biasa! Sebuah buku konsumsi yang lezat sekaligus menjadi obat. Sungguh saya menyesal...mengapa baru akhir-akhir ini saya membacanya, padahal saya sudah lama mengetahui novel itu. Benarlah sebuah pepatah mengatakan, "Don't judge a book by its cover". Cicipilah dulu sebelum memutuskan apakah makanan itu lezat atau tidak. Bacalah dulu sebelum menilai, apakah buku itu lezat atau tidak untuk dibaca. Hmm, pelajaran penting buat saya.
"Tetralogi LASKAR PELANGI", sebuah karya fenomenal yang sangat jarang ditemui dalam dunia perbukuan atau dunia sastra. Sebuah karya sastra yang tidak hanya nyastra, tapi juga menghidupkan nurani, menggelitik puncak kesadaran, memberikan motivasi yang benar-benar memotivasi (bukan hanya temporal). Jika saya boleh menilai (tapi menurut saya secara pribadi lho!), karya Bung Andrea Hirata ini melebihi Dwilogi "Ketika Cinta Bertasbih" karya Kang Abik.
BACALAH! You'll feel happiness, something funny, sadness at the same time. Subhanallah...Allah telah menuntun hati dan jemari Bung Andrea Hirata untuk melahirkan karya yang fenomenal, cerdas, menyentuh, dan mendidik tentu saja. Bung Andrea,barakallah...

Friday, July 04, 2008

Inspiration of July 4th, 2008

"Karena batinmu ada masalah, maka banyak masalah yang mendatangimu.
Bukan karena ada masalah yang mendatangimu, lalu batinmu bermasalah.
Karena kamu bahagia, maka hidupmu menjadi nikmat.
Bukan karena kamu mendapatkan nikmat, lalu kamu bahagia."
Inspired by a friend, "Yuliati". Thanks Sis!

Tuesday, July 01, 2008

Terkenang Kembali (2)

Mengenang sesuatu adalah pekerjaan mengasyikkan. Apalagi kenangan itu sangat berkesan dan memiliki tempat tersendiri di hati kita. Mengenang itu juga menghibur, seperti ketika kita mengenang kesalahan-kesalahan bodoh dan lucu kita di masa lalu, membuat kita menjadi tersenyum-senyum sendiri sampai lupa diri. Tapi, mengenang juga pembelajaran. Mengenang momen-momen kesuksesan, saat-saat kegagalan, membuat kita semakin paham...bahwa dalam menggapai sesuatu selalu ada usaha dan proses.

Kali ini, saya mengenang saat-saat kebersamaan bersama teman-teman saya. Tertawa bersama, berjuang bersama, bermandi keringat sama-sama, semua ditanggung bersama. Yah, inilah seni berbahagia dalam hidup.
NB : Teman-teman, sayang sekali...sebenarnya saya ingin menyertakan foto2 dokumentasinya, but..upload fotonya gagal mulu, so lain kali aja yach!