Wednesday, July 23, 2008

Angka 22

22 tahun. Yup, 22, itulah angka yang mewakili usiaku sekarang. Telah 22 tahun lamanya diri ini berada dimuka bumi, menghirup udara dengan bebasnya, memiliki waktu 24 jam setiap hari, tumbuh dan berkembang bersama angin, tanah, air.

Angka itu sebenarnya membuatku senang. Senang karena tengah menapaki bukit kedewasaan, senang karena seiring dengan pertambahan usia... diri ini semakin dilirik (bukan dilirik lelaki lho!), diri ini mulai dipertanyakan eksistensinya. Dan itu adalah tantangan yang menyenangkan.

Tapi, di sisi lain angka itu membuatku sedih. Sedih karena usia yang berkurang, waktu yang telah terlewati, banyak kesalahan dan kebodohan yang telah dilakukan diri ini.

Namun, terlepas dari semua itu... pertambahan usia ini membuatku lebih bergairah dan bersemangat. Aku harus lebih baik, aku harus lebih bijak, aku harus mempunyai kemampuan bertahan yang lebih kuat.

Salah satu resolusi yang saya ajukan untuk diri saya sendiri adalah "Berbuatlah, tidak yang lain." Karena dengan berbuat kita bisa mengalahkan kemalasan, penundaan, retorika, teori-teori, konsep, ide, de el el. Sebenarnya saya terinspirasi dari seorang guru universitas kehidupan ini, Pak Amri Knowledge Enterpreneur-tentu sobat semua tahu- mengatakan, "Ada seribu kunci sukses. Pertama, bertindaklah. Kedua, bertindaklah. Ketiga, bertindaklah. Keempat, bertindaklah. Sampai yang ke-seribu pun tetap bertindaklah." :D

Lebih dari itu semua, angka itu telah menginspirasiku. Bahwa berapa pun usiaku sekarang adalah saat yang tepat untuk merevolusi diri. Dari A sampai Z. Dari yang sudah jelas harus direparasi sampai yang masih rabun penyakitnya. Seperti yang telah kita semua ketahui, mengenal diri itu sulit, mengakui kesalahan diri itu sulit, dan melawan kebodohan diri sendiri juga sulit. Tapi, tak ada yang sulit jika kita menggunakan kunci sukses ala Pak Amri, he he he, saya yakin itu. Never stop, always moving. Itulah kuncinya.

Happy birthday to me... semoga Allah senantiasa menyertai, kala hati sedang lelah mencari.


NB : To Pak Amri, thanks for advice. Ditunggu lho kadonya! ;)

Tuesday, July 22, 2008

Deg...deg...deg...

Deg...deg...deg... Tik-tak-tik-tok-tik-tak-tik-tok. Jantung berdetak seakan menghampiri telinga begitu dekat. Waktu seolah menteror dengan detik-detiknya. Beberapa jam lagi... setelah jarum jam berputar setengah lingkaran... pukul 00.01 WIB tanggal 23 Juli 2008 saya akan genap berusia 22 tahun. Hmm... usia pertengahan yang membuat banyak orang gamang untuk menentukan pilihan-pilihan dalam hidup. Sobat, do'akan saya... semoga saya bisa membuat resolusi yang benar-benar meresolusi hidup.

Friday, July 11, 2008

Tetralogi Laskar Pelangi ; A Fantastic Book!

Akhir-akhir ini hidup saya dihantui sesuatu. Sesuatu yang membuat batin saya bergolak hebat, pikiran saya melambung ke angkasa, dan air mata saya berderai-derai. Sesuatu yang membuat alam bawah saya terusik, kesadaran saya benar-benar hidup, dan diri ini menjadi malu dan terkadang benci dengan diri sendiri yang tak kunjung melakukan perubahan berarti.
"Tetralogi LASKAR PELANGI", novel yang awalnya hanya saya abaikan. Wonderful! Ruarrr biasa! Sebuah buku konsumsi yang lezat sekaligus menjadi obat. Sungguh saya menyesal...mengapa baru akhir-akhir ini saya membacanya, padahal saya sudah lama mengetahui novel itu. Benarlah sebuah pepatah mengatakan, "Don't judge a book by its cover". Cicipilah dulu sebelum memutuskan apakah makanan itu lezat atau tidak. Bacalah dulu sebelum menilai, apakah buku itu lezat atau tidak untuk dibaca. Hmm, pelajaran penting buat saya.
"Tetralogi LASKAR PELANGI", sebuah karya fenomenal yang sangat jarang ditemui dalam dunia perbukuan atau dunia sastra. Sebuah karya sastra yang tidak hanya nyastra, tapi juga menghidupkan nurani, menggelitik puncak kesadaran, memberikan motivasi yang benar-benar memotivasi (bukan hanya temporal). Jika saya boleh menilai (tapi menurut saya secara pribadi lho!), karya Bung Andrea Hirata ini melebihi Dwilogi "Ketika Cinta Bertasbih" karya Kang Abik.
BACALAH! You'll feel happiness, something funny, sadness at the same time. Subhanallah...Allah telah menuntun hati dan jemari Bung Andrea Hirata untuk melahirkan karya yang fenomenal, cerdas, menyentuh, dan mendidik tentu saja. Bung Andrea,barakallah...

Friday, July 04, 2008

Inspiration of July 4th, 2008

"Karena batinmu ada masalah, maka banyak masalah yang mendatangimu.
Bukan karena ada masalah yang mendatangimu, lalu batinmu bermasalah.
Karena kamu bahagia, maka hidupmu menjadi nikmat.
Bukan karena kamu mendapatkan nikmat, lalu kamu bahagia."
Inspired by a friend, "Yuliati". Thanks Sis!

Tuesday, July 01, 2008

Terkenang Kembali (2)

Mengenang sesuatu adalah pekerjaan mengasyikkan. Apalagi kenangan itu sangat berkesan dan memiliki tempat tersendiri di hati kita. Mengenang itu juga menghibur, seperti ketika kita mengenang kesalahan-kesalahan bodoh dan lucu kita di masa lalu, membuat kita menjadi tersenyum-senyum sendiri sampai lupa diri. Tapi, mengenang juga pembelajaran. Mengenang momen-momen kesuksesan, saat-saat kegagalan, membuat kita semakin paham...bahwa dalam menggapai sesuatu selalu ada usaha dan proses.

Kali ini, saya mengenang saat-saat kebersamaan bersama teman-teman saya. Tertawa bersama, berjuang bersama, bermandi keringat sama-sama, semua ditanggung bersama. Yah, inilah seni berbahagia dalam hidup.
NB : Teman-teman, sayang sekali...sebenarnya saya ingin menyertakan foto2 dokumentasinya, but..upload fotonya gagal mulu, so lain kali aja yach!

Tuesday, June 24, 2008

Terkenang Kembali (1)

Mengenang itu memang mengasyikkan. Apalagi yang dikenang adalah kenangan manis tak terlupakan.
Saya terkenang kembali dengan Latihan Dasar (Latsar) II Barisan Puteri Keadilan (Santika) yang pernah saya ceritakan di blog beberapa bulan lalu. Tepatnya 13-15 Februari di Martapura kami ditempah menjadi kuat phisique-ly, mental-ly, and spiritual-ly, he he.
Saya ingat, ketika latihan-latihan dimulai, adrenalin saya terpacu. Terutama saat terjun dari pohon setinggi kurang lebih 20 meter. Hmm... asyik juga ternyata. Ingin rasanya mengulang kembali. Dan puncaknya adalah ketika long march berjalan menyandang ransel bag berat menyusuri jalan setapak, berliku, berkerikil, berdebu, menanjak, menurun, melewati sungai, dan tentunya menikmati indahnya pemandangan sawah hijau terhampar luas sejauh mata memandang. Walau terasa sangat berat, kaki tak berasa lagi (saking lelahnya berjalan), akhirnya dalam waktu 5 jam, perjalanan panjang itu berakhir melegakan.
Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang saya dapatkan, dan yang lebih manis adalah ketika mengenang kebersamaan dengan teman-teman dari berbagai daerah, merasakan nikmatnya Ukhuwah Islamiyah.
Sekali-kali ambillah waktu untuk mengenang, karena dengan begitu terkadang kita bisa mendapatkan semangat yang tak terduga, keceriaan hati yang bermakna. Selamat mengenang.
to be continued ...
NB : Buat para anggota "Az Zahroh" (Masyita, Uul, Yelin, Tris, Linda, Lidya, Ummi, Siti, Suci) dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, Just Keep Spirit! Allah's with us!!!

Thursday, June 19, 2008

Inspiration of June 19th, 2008

"Hidup Itu Berproses"
NB : Inspired from "Dalam Mihrab Cinta" by Habiburrahman El Shirazy.

Tuesday, June 10, 2008

Inspiration of June 10th, 2008

"Hal-hal yang Paling Penting
tidak Pernah Boleh Berada di Bawah
Hal-hal yang Paling Tidak Penting"
Inspired by The Seventh Habits of Effective People

Saturday, June 07, 2008

Angin Kelabu di Pagi Hari


Entah apa yang ingin ku tuliskan di sini, tapi yang pasti perasaan ku saat ini sedang sangat kacau. Bak angin puyuh yang memporak-porandakan bumi. Bak ombak yang menerjang menghempas badai. Ingin kulukiskan apa yang sedang ku rasa, ingin ku bagi sesak di dalam dada ini. Namun sulit rasanya mulut ini berucap, sulit rasanya hati ini membagi derita.


Aku ingin seperti mentari… yang senantiasa menebarkan sinarnya tanpa henti, tanpa lelah. Memberikan secercah cahaya tanpa ingin energi itu kembali padanya. Matahari, ia selalu punya energi, ia menyinari dunia hingga dunia pun terang ceria.


Aku ingin seperti karang… yang tegar, teguh, mempesona. Yang bertambah kuat kala hantaman ombak besar senantiasa mendera.


Aku ingin… namun aku bukanlah mentari, bukan jua karang. Aku hanyalah seorang anak manusia, yang kadang tertawa kadang menangis. Yang tak selalu punya cahaya untuk dibagi, bahkan kadang tak punya cukup cahaya untuk menerangi diri sendiri.




NB : Hidup memang seperti roda yang berputar, right ? I can just smiling to face it :)

Wednesday, June 04, 2008

Suci Sekeping Hati

By : Saujana
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan mata mu para pejuang
Tapi... jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
Pada debu yang pasti kan hinggap
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh ujung belum tiba
***

Hmm, hidup memang penuh ujian. Namun, walau aral melintang pukang, semoga kita bisa lulus ujian dengan nilai terbaik. Amiin.