Tuesday, January 08, 2008

Mengawali Tahun Baru dengan Semangat Baru

Tak ada kata lain yang tepat untuk kita miliki di awal tahun ini selain "Semangat". Semangat adalah modal utama bagi kita untuk melakukan sesuatu. Tanpa semangat, kita tak ubahnya seperti mayat hidup. Kita hidup, tapi tak berbuat apa-apa. Seperti hidup enggan, mati tak mau. Tanpa semangat, maka kita akan kehilangan daya untuk berbuat, kemalasan demi kemalasan akan merasuki diri, dan kita akan menjadi pecundang, cum laude pecundang.
Namun, jika kita memiliki semangat, maka kita seperti sebuah mesin super canggih yang bisa mengerjakan apa saja. Jika kita bersemangat, maka tubuh kita akan memiliki daya dan energi yang kuat, yang tiada seorang pun bisa menghalanginya. Semangat, akan menumbuhkan harapan. Semangat, akan membuat hidup benar-benar hidup.
Pepatah mengatakan, "Orang yang kehilangan semangat adalah orang yang kehilangan masa depan". Dengan semangat, kita bisa menguasai diri kita dan bebas dari segala macam bentuk penjajahan diri. Dengan semangat, maka hidup kita bisa lebih produktif dan terhindar dari stress. Dengan semangat, maka kita benar-benar bisa menikmati hidup ini.
Selamat tahun baru dan memiliki semangat baru, untuk target pencapaian hidup yang baru, dan tentunya energi baru yang siap kita gunakan untuk menjalani hari-hari kita dengan penuh semangat. Sekali lagi, semangat bukan untuk dinyatakan dan dikatakan, tapi untuk dibuktikan. Wallahua'lam bishawab.

Thursday, January 03, 2008

Tahun Baru ; Tak Sekadar...

Subhanallah walhamdulillah, kita semua bisa berjumpa di awal tahun ini. Tahun yang baru, bukan sekadar mengganti angka, bukan sekadar menjadi sebuah fase yang niscaya kita lewati, tetapi ia juga sebuah fase evaluasi, momen yang tepat untuk menghitung diri, untuk berkontemplasi, merenungi apa saja yang sudah diraih, planning apa saja yang masih berada dalam daftar tunggu, kesalahan-kesalahan apa saja yang pernah tertoreh dalam hari-hari yang kita lewati, seperti apakah diri kita sekarang, dan masih banyak lagi hal yang perlu kita renungi untuk memperbaiki diri.
Satu hal yang menjadi modal utama dalam mengawali tahun baru ini, "Semangat". Semangat bukan hanya untuk diucapkan, tapi perlu dibuktikan. Saatnya menunjukkan semangat dalam karya nyata. Bukan sekadar kata-kata. Allahuakbar!

Wednesday, December 19, 2007

Selamat Berqurban

Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H
"Semoga Kita Semakin Ikhlas dalam Berqurban"

Tuesday, December 18, 2007

Pewaris Surga

Mereka adalah pewaris Surga
Manusia yang disayangi Allah
Alangkah indah bila hati mengenal
Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

Yang pertama, orang yang beriman kepada Allah
Iman di hati, mulut, dan langkahnya
Yang kedua, orang yang menjauh dari segala perkara-perkara yang tiada guna
Yang ketiga, orang yang menunaikan zakatnya
Yang keempat, menjaga kemaluannya
Yang kelima, orang yang memelihara amanah
Yang keenam, orang penuhi janjinya
Yang ketujuh, orang-orang yang selalu menjaga waktu terkhusyu' setiap shalatnya

Dan mereka adalah... orang yang dirindu Surga....
Surga Firdaus lah tempat kembali mereka...

By : Opick

***

Subhanallah... tujuh tanda pewaris surga. Ketujuh tanda ini telah tertuang di dalam Al Qur’an surat Al Mu’minun ayat 1 – 11. Sungguh indah, bila kita bisa menjadi pewaris Surga Firdaus… dengan Beriman kepada Allah sebenar-benarnya iman, menjauhi hal yg sia-sia, menunaikan zakat, menjaga kemaluan, memelihara amanah, memenuhi janji, dan menjaga kekhusyu’an shalat. Subhanallah… janji Allah begitu menggugah hati bila kita memenuhi tujuh tanda tersebut, “Merekalah yang akan mewarisi… surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.”


Sahabat, mari kita bersama-sama berjuang meraih cita-cita kita, bukankah kita semua ingin masuk surga Firdaus ? Percayalah, setiap usaha kita untuk mendekat padaNya, sekecil apa pun, pasti akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang mulia. Insya Allah.

Saturday, December 01, 2007

Ungkapkanlah dengan Hati

Kala hati berbicara
Ia mengungkapkan sejuta makna
Namun... ketika lisan yang membahasakannya
Lidah kelu, diam seribu bahasa

(cici_silent)

Terkadang, mulut sulit untuk berucap, tapi hati menggemakan sejuta kata. Seringkali, kata-kata meluncur deras, namun tanpa makna dan terasa hambar di hati.Walau kata-kata yang terucap lewat lisan begitu nyata, tapi sulit untuk dirasa oleh hati. Mengapa ? Jawabannya, karena hati hanya bisa berkomunikasi dengan hati. Hati hanya bisa disentuh dengan hati. Sahabat, ungkapkanlah bahasamu dengan hati. Sehingga siapa pun yang menerima bahasa itu, akan merasakan seluruh getar dan gema kata-kata penuh makna.

Tuesday, November 13, 2007

Teman, Izinkan Ku Beristirahat, Sejenak Saja

Semua makhluk di dunia ini, se-produktif apapun, pasti memerlukan waktu jeda. Bukan maksud saya untuk berhenti, tapi saya hanya butuh sedikit waktu... untuk mengembalikan energi, untuk menjalin kembali ide-ide yang sudah kusut, untuk menata kembali getar-getar kata yang telah berpencar.
Maka, izinkan saya untuk beristirahat sejenak saja. Semoga Allah senantiasa menemani.... kala hati sedang lelah mencari.

Thursday, October 18, 2007

Tiada Terlambat Berucap Maaf

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H
Minal A'idin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin
"Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum"
NB : Teman-teman, maaf ya... saya telat baru ngucapin Met Idul Fitri. Coz, selama lebaran Warnetnya ga buka ;D

Wednesday, October 10, 2007

Di Penghujung Ramadhan Ini, Adakah Kita Merenung...?

Subhanallah…. Allah masih memberikan kita kesempatan dan kesehatan sehingga kita masih bertemu dengan penghujung Ramadhan, di mana malam-malamnya teramat istimewa dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Hari ini, adalah hari ke-28 Ramadhan. Sungguh merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk mengintrospeksi kembali ibadah-ibadah kita, iman kita, ketulusan niat kita, do’a kita.

Mungkin banyak yang sudah dikabulkan do’anya oleh Allah, namun ada juga yang diuji kesabarannya dengan belum terkabulnya do’a-do’a karena kurang keyakinan pada Allah. Ada yang ibadahnya terus meningkat, dan ada pula yang semakin lama semakin menurun karena godaan perayaan Idul Fitri. Ada yang punya perencanaan Pertahanan Kualitas & Kuantitas Ibadah ba’da Idul fitri. Ada juga yang merasa lega, karena target-target ibadah yang menjadi beban akan segera terlepas.

Sungguh… kita harus merenungi kembali hari-hari Ramadhan yang telah terlewati. Jika memang kita benar-benar ingin mencapai derajat “TAKWA”, maka mestinya kita tidak terlena dengan godaan-godaan di penghujung Ramadhan. Diskon barang-barang belanjaan yang menggugah hati, perabotan & furniture rumah model baru, baju baru, kue-kue, dan godaan lainnya, membuat ibadah-ibadah yang kita harapkan berbuah pahala, malah menjadi sia-sia. Padahal Allah menjamu kita dengan begitu spesial di penghujung Ramadhan ini. Allah menjanjikan surga, perlindungan dari api neraka. Dan ketulusan ibadah kita akan benar-benar diuji ketika hari-hari terakhir Ramadhan.

Salah satu tanda kesuksesan Ramadhan kita adalah…. adanya komitmen untuk menindaklanjuti ibadah yang meningkat, seperti tilawah, shaum, Qiyamul Lail, dan ibadah lainnya. Coba kita pikir, di bulan Ramadhan ini kita diuji dengan kondisi tubuh yang lemah (karena menahan lapar dan dahaga sejak pagi hingga petang), namun harus menunaikan ibadah yang luar biasa. Shalat wajib lebih khusyu’ dan disertai rawatib, shalat tarawih, shalat tahajjud, tilawah lebih banyak dari biasanya. Tidur kita pun harus berkurang waktunya karena harus bangun malam. Biasanya kita tidur 6 jam, di bulan Ramadhan mungkin menjadi 4 jam. Dan ternyata… kita mampu menjalankan semuanya dengan baik, shaum jalan, tarawih jalan, ibadah yang lain jalan. Maka, menjalankan ibadah dengan lebih baik di bulan selanjutnya adalah sungguh sebuah keniscayaan. Karena jika tidak, maka itu adalah sebuah indikasi bahwa ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan hanyalah berupa target-target dan menjadi beban.

Segala puji bagi Allah... yang masih memberikan kita kesempatan untuk hidup sampai dengan hari ini. Semoga kita bisa meraih kemenangan pada 1 Syawal nanti, mencapai derajat takwa, menjadi fitri... bersih seperti bayi yang baru terlahir dari rahim ibunya. Semoga.

Friday, September 28, 2007

Rapuh

Detik waktu, terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Ku persembahkan kepadaMu
Yang terindah dalam hidupku

Meski ku rapuh, dalam langkah
Kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintaiMu
Dalam dada ku harap hanya diriMu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu, semua berakhir padaMu


By : Opick

--- *** ---

Subhanallah... ketika pertama kali mendengarkan lagu ini hati terasa terenyuh, luluh, dan langsung meresapi lirik dan rangkaian nadanya.

Terkadang... memang ada kalanya kita menjadi rapuh, kadang terlupa padaNya, kadang cinta tak sepenuhnya padaNya. Maafkanlah Ya Rabb... bila hati ini tak sempurna mencintaiMu. Sungguh... di dalam dada, hamba mengharap hanya diriMu lah yang bertahta.

Semoga bulan Ramadhan ini... menjadi momen kita untuk merajut kembali benang-benang cinta kita padaNya. Hingga cinta itu menjadi erat, kuat, dan tak tertandingi oleh cinta selainNya. Amin.

Sunday, September 23, 2007

Sebuah Perenungan

Teman, pernahkah kita berpikir bahwa pertemuan kita dengan bulan Ramadhan bukanlah suatu kebetulan ? Adakah kita merenung… bahwa bulan Ramadhan tahun 1428 Hijriah ini hanya ada satu kali sepanjang zaman ? Pernahkah terlintas di benak kita, bahwa setiap takbir kita, ruku’ kita, sujud kita, air mata kita… akan tercatat dalam dalam sebuah arsip paling rapi sejagat raya dan menjadi saksi di akhirat kelak ? Subhanallah… Shalat zuhur kita hari ini pada tanggal 11 Ramadhan 1428 H, hanya ada satu kali saja, tidak akan terulang lagi. Puasa kita hari ini pun, Ahad, 23 September 2007, sungguh, tidak akan terulang kembali.

Ketika kita berpikir dalam frame itu, maka setiap ibadah yang kita lakukan menjadi begitu spesial dan tak tergantikan. Tatkala kita berpikir bahwa setiap waktu adalah anugerah dari Allah, maka setiap amalan yang kita lakukan akan menjadi penuh makna. Waktu, tak akan pernah kembali. Bisakah kita mengembalikan waktu satu detik yang lalu ? Mampukah kita mengetahui apa yang akan terjadi satu detik mendatang ? Jawabannya, tentu tidak. Maka, yang bisa kita lakukan hanyalah menggunakan waktu yang telah diberikan oleh Allah pada kita dengan baik dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kita adalah orang-orang yang telah dipilih olehNya untuk berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Mari kita gunakan momentum Ramadhan kali ini dengan baik. Betapa ruginya... jika kita melewatkannya begitu saja. Sungguh menyedihkan... bila ibadah-ibadah kita tidak termaknai dan hanya menjadi rutinitas belaka. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam cahayaNya. Amin.