Tuesday, July 17, 2007

Nambah Lagi… ?

Sejak penglihatan saya mulai agak kabur, saya mulai curiga jangan-jangan lensa mata saya bertambah cembung. Itu artinya, saya harus menambah lagi kekuatan lensa cekung pada kacamata saya, alias min-nya nambah… Setahun yang lalu saya sempat memeriksakan mata saya pada dokter mata. Dia bilang mata kanan min-nya bertambah setengah. Ah, saya pikir belum lah terlalu perlu untuk mengganti lensa karena saya menggunakan kekuatan lensa mata kiri. Kedua mata saya min-nya memang berbeda. Yang kanan lensanya lebih mencembung, jadi min-nya lebih besar dari yang kiri. Jika saya melihat dengan dua mata, maka yang dominan adalah lensa mata kiri, karena min-nya lebih kecil. Ya, begitulah… mata kiri dan kanan tidak seimbang. Saya tidak tahu mengapa bisa berat sebelah seperti itu, padahal saya tidak pernah menggunakan sebelah mata untuk melihat, he he :D

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Kamis, saya memeriksakan kembali mata saya. Pemeriksaan itu disebut Visus. Pemeriksaannya berlangsung agak lama, tidak seperti biasanya. Ya, mungkin karena selain menderita miopi mata saya juga terkena astigmatisme alias silindris. Selesai pemeriksaan, saya terkejut sekali… pertambahan min-nya sangat besar… L Yang sebelah kanan bertambah satu setengah, dan yang kiri bertambah satu. Jadi, yang kanan min empat setengah dan yang kiri min tiga. Masya Allah… ! Saya langsung bergidik ketika membayangkan lensa mata saya akan bertambah tebal…

Saya mulai flash back, menganalisa kira-kira apa penyebabnya. Yup, saya tahu! Mata saya jarang beristirahat. Melotot di depan layar komputer, membaca, menulis, de el el. Melihat objek jarak dekat dalam waktu lama. Mungkin hal itulah yang menyebabkan lensa mata saya mencembung dengan cepat. Sekarang saya harus mulai menjaga jarak pandang saya ketika membaca buku. Harus sering berkedip ketika menatap layar komputer. Dan tentunya mengkonsumsi zat-zat gizi yang bagus untuk mata. Tidak ketinggalan, saya harus latihan senam mata, he he.
Saya tetap harus bersyukur, diberi nikmat penglihatan oleh Allah. Yang tidak semua orang memilikinya. Miopi adalah hukum alam. Dalam ilmu fisika, miopi pasti terjadi. Karena mata manusia memang didesain untuk melihat jarak dekat dalam waktu singkat dan melihat jarak jauh dalam waktu lama. Sedangkan dalam kehidupan ini, manusia sering melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menuntut mata untuk melihat objek jarak dekat dalam jangka waktu yang lama. Ya… setidaknya hal positif yang bisa saya ambil adalah… "orang yang berkaca mata itu terlihat smart", :D ha ha ha (gaya beneer).

It's My First Time...

Hari ini, ada tiga orang turis yang datang tiba-tiba ke Rumah Sakit tempat saya bekerja. Kebetulan saya di bagian perencanaan rumah sakit sehingga para turis itu datang ke ruangan saya. Saya pikir mungkin mereka ini dari WHO yang ingin survey atau bertanya tentang data-data rumah sakit. Eh, ternyata mereka adalah keluaga yang pernah tinggal di Pagar Alam ! Mereka terdiri dari seorang nenek, pria 'camera man', dan seorang wanita paruh baya. Lalu kami mengajak mereka berkeliling. Salah satu di antara mereka, seorang nenek yang berusia 81 tahun, bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Nenek itu bernama Gladys. Dulu sewaktu ia tinggal bersama ayahnya di sini, ia masih berumur 2 tahun. Ia membawa foto kenang-kenangan saat ia bersama keluarganya di sini, 79 tahun yang lalu. Ayahnya adalah salah satu pelopor berdirinya rumah sakit di sini. Subhanallah, ia sampai pergi jauh-jauh dari Swiss ke Pagar Alam untuk menguak masa kecilnya bersama sang ayah. Tapi, foto yang ia tunjukkan, tentunya sudah jauh berbeda dengan yang ada sekarang.

Satu hal yang lebih menarik, saya tertantang untuk mencoba bahasa inggris saya pada salah satu dari mereka. Kebetulan, keponakan Ibu Gladys yang bernama Christa Miranda, kurang lancar berbahasa Indonesia. Lalu saya mencoba membuka percakapan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kedatangan mereka dan bagaimana kesan mereka tinggal di sini. Wah, saya kagok juga sih, karena walaupun punya kemampuan, tapi jarang diasah. So, it was the first time… that I spoke with western people directly. Ternyata menyenangkan… praktik bahasa Inggris langsung dengan turis ! He he. Ya… saya tuh orangnya suka nggak pede. Tapi, alhamdulillah… hari ini saya tidak melewatkan kesempatan untuk improve bahasa Inggris saya langsung dengan Mbak Christa itu… he he he. Saya juga tidak melewatkan kesempatan itu untuk berfoto ria dan saling bertukar email.

Ia juga mengambil foto-foto di kegiatan rumah sakit. Yang anehnya, dia tertarik dengan handscoon yang sedang dijemur berjajar di belakang Unit Gawat Darurat (UGD). Ia mengambil foto itu beberapa kali. Dia bilang, "Unique!". Wah… jadi malu, memang idealnya handscoon itu kan disposable. Sekali pakai langsung buang. Mungkin cuma di Indonesia ya.. mereka menjumpai hal seperti ini. Mereka heran kali ya… saking hematnya orang Indonesia memakai handscoon yang mestinya sekali pakai, disterilkan kembali untuk dipakai lagi. He he he.

Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian hari ini. Terutama, pengalaman saya berbincang-bincang dengan Mbak Christa. It's wonderful !

Friday, July 06, 2007

Semesta Bertasbih

Semesta bertasbih padaMu
Sucikan diriMu lafazkan asmaMu
Gunung-gunung, bintang, makhlukMu
Mentari, rembulan tunduk taat padaMu

Alam raya di dalam nafasNya
Berzikir agungkan dan tak pernah berhenti
Burung yang terbang di angkasa
Di laut pun semua mensucikan asmaMu

Tiada satu pun pengingkaran alam padaMu
Tiada satu pun pengingkaran hati setia padaMu
Ya Khabir Ya Khabir Allah... Allah...
Ya Khabir Ya Khabir Allah... Allah...
Ya Khabir Ya Khabir Allah... Allah...
Ya Khabir Ya Khabir Allah... Allah...

By : Opick

***
Semesta senantiasa bertasbih. Semua zat dan benda yang ada di alam semesta ini, senantiasa berdzikir... mengakui dengan penuh keagunganNya. Kita diingatkan oleh pelantun lagu ini, Opick. Bahwa semesta saja selalu bertasbih setiap saat, lalu mengapa kita lalai dan lupa ? Semoga lagu ini bisa memberikan inspirasi untuk selalu mengingatNya, mengingat keagunganNya. Malu donk, sama semesta ! ; )

Sang Petualang

Sebebas camar engkau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seikhlas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap

Petualang merasa sunyi, sendiri di kelam hari
Petualang jatuh terkulai
Namun semangatnya bagai matahari

By : Kantata Taqwa

***

Subhanallah… sebuah puisi yang indah, inspiratif, dan motivatif. Maknanya begitu dalam dan berisi. Kalimat demi kalimatnya, benar-benar mewakili sosok Petualang yang tangguh. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih kepada pengarang puisi ini. Puisi ini merupakan semangat tersendiri bagi saya. Untuk menjadi petualang sekaligus pejuang yang tangguh dalam hidup ini. Sehingga walaupun jatuh terkulai, semangatnya bagai matahari. (Gaya beneer, he he :D)

Wednesday, July 04, 2007

Hasil Statistik yang Menggelikan


Topik yang dibahas Editorial Media Indonesia di Metro TV tadi pagi menggelitik pikiran saya. Berdasarkan perhitungan statistik, angka kemiskinan di negara kita ini menurun. Oh ya ? Padahal jika kita lihat dalam kenyataannya, pernyataan itu bisa terbalik : Kemiskinan di Indonesia bertambah banyaaaaak. Para petinggi negara tentunya senang dan bangga dengan hasil perhitungan tersebut, namun para pengamat yang benar-benar mengobservasi keadaan rakyat miskin di Indonesia pasti meragukan hal itu.

Bukankah fenomena kemiskinan di sekitar kita sering terlihat di kehidupan sehari-hari ? Pengamen, pengemis, anak gelandangan, pemulung, makin banyak berkeliaran. Bahkan di kota kecil tempat saya tinggal (Pagar Alam), ternyata sudah banyak anak gelandangan tak terpelihara berkeliaran di mana-mana. Sungguh sebuah pernyataan yang MERAGUKAN, bila ada yang menyatakan "Angka kemiskinan di negara ini MENURUN“.

Masalah kemiskinan di negara ini tidak akan selesai hanya karena sekadar bertambah dan berkurangnya angka-angka. Perlu perhatian dan penanganan yang benar-benar serius dari pemerintah. Melirik perkembangan angka kemiskinan secara statistik memang diperlukan, akan tetapi menjadikan angka-angka statistik tersebut sebagai sebuah 'prestasi’ yang memicu stagnansi adalah sebuah sikap yang salah. Pemerintah harusnya lebih peduli akan nasib rakyat bangsa ini, khususnya bagi rakyat yang kurang beruntung, yang mengisi hidupnya dengan keterpurukan dan kemiskinan. Pemerintah harusnya tak sekadar mengumbar janji-janji, tak sekadar mempromosikan program-program. Rakyat menunggu sebuah kepedulian yang nyata. Ya, kepedulian yang NYATA.

Tuesday, June 26, 2007

Sahabat

"Sahabat"
Sebuah kata yang tak tergantikan nilainya
Dalam hidup ini

"Sahabat"
Sebuah kata yang menyenangkan hati
Bila ia ada, 'tuk menemani

"Sahabat"
Menjadi tempat untuk menampung s'gala rasa
Menjadi tempat berbagi, suka…. duka….

Seorang sahabat ……
Adalah yang berkata benar
Dan bukanlah yang membenarkan kata-kata

Seorang sahabat ……
Adalah yang mau memahami
Memaklumi kesalahan
Karena kita manusia, yang tak luput dari dosa dan alpa

Seorang sahabat ……
Adalah yang mampu melihat ke kedalaman hati
Merasakan… apa yang tengah bergejolak di sana

Sahabat ….
Andai 'ku bisa menggambarkan
Betapa diri ini membutuhkanmu
Betapa jiwa ini senantiasa menanti kehadiranmu

Sahabat ….
Andai 'ku bisa mengungkapkan
Betapa hati ini rindu kasih sayang
Walau setitik, walau sedetik

Duhai sahabat ….
Andai kau mau memahamiku
Melihat ke kedalaman hatiku
Sedikit… saja
Sedikit… saja ….
Engkau akan menemukan sesuatu yang menggelora di sana
Sesuatu itu bernama…. "Cinta"

Stop ? Never !


"Tak peduli seberapa lambat jalanmu,
yang penting adalah jangan pernah berhenti berjalan…" (Al Hikmah)

Semua hal di dunia ini yang diberi kuasa oleh Allah untuk bergerak dan beraktivitas, akan senantiasa mengerjakan tugasnya dengan baik sesuai dengan aturanNya. Sebagai contoh, alam ini terus mengembang, bumi terus berputar, waktu terus berjalan. Tak pernah berhenti sedetik pun. Perputaran musim, siklus air, rantai makanan, senantiasa berproses. Tanpa henti. Tubuh manusia pun, kalau kita mau mencermati, sebenarnya senantiasa berkembang dan berproses tanpa ada yang mampu menghalangi. Jantung berdetak, darah mengalir ke seluruh tubuh, sel-sel membelah diri dan menjalankan fungsinya masing-masing. Bahkan ketika kita tidur sekalipun, hanya organ motorik yang beristirahat, sedangkan organ-organ tubuh kita yang lain masih bekerja menjalankan fungsinya masing-masing demi memenuhi semua kebutuhan tubuh kita sehingga kita bisa bertahan hidup.


Sungguh, ketika kita dihadapkan dengan contoh-contoh kecil di atas, malu rasanya jika diri ini berhenti berbuat. Seringkali ketika dihadapkan pada pilihan, 'berbuat atau menunda', kita lebih memilih menunda atau tidak melakukannya sama sekali. Ironis memang. Mestinya kita harus bercermin pada contoh-contoh di atas. Bahwa manusia tidak diciptakan untuk menunda. Manusia tidak diturunkan ke dunia ini hanya untuk menunggu durian runtuh. Manusia diciptakan untuk berbuat. Bahkan Allah Yang Maha Berkuasa di atas segala-galanya, senantiasa berbuat, "… dan Dia senantiasa dalam kesibukan…".

Maka, ketika kita memutuskan untuk tidak berbuat, kita layak disebut sebagai orang yang 'mati'. Sebab, indikasi 'hidup'nya seseorang adalah ketika dia berbuat kebajikan, mengembangkan potensi dirinya, dan senantiasa berbuat sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain. Tentunya kita malu menyandang predikat 'aktivis' –yang secara istilah berarti orang yang senantiasa aktif– karena malah menjadi 'pasivis' yang selalu mandek dan tidak berbuat apa-apa. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa berbuat, tak peduli seberapa lambat kita berjalan…

I'm Back

Hanya sebuah kalimat yang ingin saya utarakan ketika memulai kembali aktivitas menulis, ‘Alhamdulillaah’. Setelah sekian lama ‘mandek’ dari dunia kepenulisan dan blogging, finally semangat untuk improve di dunia kepenulisan datang juga mengiringi semangat perbaikan diri. Maka dari itu, saya membuat pernyataan, “I’m Back !”. Saya kembali. Kembali ke dunia kepenulisan, kembali aktif dalam aktivitas blogging. Semoga Allah menuntun tangan ini untuk menggoreskan tulisan yang bermanfaat bagi setiap pengunjung blog saya.

Dalam proses perbaikan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seorang teman yang telah membantu saya dan menjadi salah satu inspirasi bagi saya dalam hidup ini, Evyta. Juga teman-teman yang telah mendukung dan mendo’akan saya dengan tulus. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian. Terakhir, karena motivasi dari dalam itu lebih permanen daripada motivasi dari luar, saya ingin menyemangati diri saya sendiri, "Cayoo Cici ...... keep writing!“;-)

Friday, November 03, 2006

T V

Pada suatu waktu, seorang anak SD baru pulang dari sekolah, terdengarlah olehnya lantunan merdu lagu grup band favoritnya yang sedang konser dan ditayangkan secara langsung oleh TV, "Kau hancurkan hatiku, kau hancurkan lagi …", serta merta ia langsung memelototi TV sambil bersenandung mengikuti lantunan lagu, tak lupa kepalanya diangguk-anggukkan, tak hirau dengan tas berat penuh buku yang masih tersandang di bahu belakang, tak peduli dengan kakinya yang masih hangat terbungkus sepatu. Tak peduli dengan bau keringat seragamnya. Anak negeri itu sangat menikmati alunan musik yang terdengar. Tapi, saat sedang asyik dengan lagu itu, suara ibunya terdengar keras, "Budi…! Ganti baju dulu!"

***

Di suatu malam, seorang aktivis dakwah sedang duduk santai menonton berita, 'Seorang aktivis kan harus mengetahui perkembangan dunia', begitu alasannya. Tapi entah sadar atau tidak, ia kemudian mengambil remote control, mengonta-ganti channel TV dan akhirnya ia melihat sebuah film yang menarik, film tentang penelitian luar angkasa. "Great !" Dia berucap. 'Ah, ga pa pa lah sekali-sekali aku menonton film Hollywood, lagian kan menambah ilmu pengetahuan juga', dalihnya. Begitu asyiknya ia menonton, ia begitu menikmati film itu sampai-sampai ia telah lupa aktivitas yang harus dikerjakannya. Otaknya berputar-putar, berpikir tentang jalan cerita film itu. Ia mulai hafal nama-nama pemain film sekaligus karakter-karakter mereka. Sesaat ia mengangguk-anggukkan kepala, sesaat kemudian ia tersenyum-senyum. Kalo dihitung berapa kali ia berkedip per menitnya, mungkin hanya sepuluh kali berkedip. Masya Allah, ia begitu fokus menatap TV di depannya. Begitu film selesai, diliriknya jam dinding, pukul 22.30 pm, "Astaghfirullah, aku belum sholat isya!"

***

TV … oh TV … Berjuta-juta, bahkan bermilyar, bertrilyun orang-orang di bumi ini selalu setia menatapmu. Begitu rela, membayar semahal apapun hargamu, membelikan lemari khusus yang indah untuk menjadi tempatmu. Berjuta-juta pula orang berduyun-duyun mengantri demi mengikuti audisi untuk tampil di layarmu. Begitu banyak orang bersusah payah membuat sebuah film, syuting berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan demi tampil perfect dan disukai penontonmu. Begitu banyak orang yang menjadi penggemarmu. Dari balita sampai manula. Dari anak TK sampai sarjana. Dari orang melarat sampai konglomerat.

Namun sayang, oh TVku malang, kebanyakan yang kau tayangkan hanyalah acara yang tak layak ditonton. Betapa banyak orang yang menghabiskan berjam-jam waktu berharga hanya demi menonton tayanganmu yang sarat dengan nafsu dunia. Betapa banyak orang-orang yang berbuat bathil hanya karena efek dari tayanganmu. Betapa banyak orang-orang yang pekerjaannya terbengkalai hanya karena terbius oleh acaramu. Betapa jarang engkau menayangkan acara yang memberi motivasi, betapa jarang engkau menampilkan acara yang mencerahkan. Apatah lagi mau menayangkan film islami yang mendidik dan penuh hikmah.

Semua sinetron yang penuh dengan ambisi dunia, kemarahan, kejahatan, persekongkolan busuk, kenakalan remaja, tak satu pun mendidik. Iklan-iklan tak berbobot. Kuis-kuis yang membuat semua orang terlena & terlelap dalam mimpi. Apalagi infotainment yang merusak, yang membuat kita memakan daging bangkai saudara sendiri. Berita pun tak ketinggalan, ada banyak berita yang dibelokkan arah kebenarannya. Belum lagi acara-acara lain yang sarat dengan kesia-siaan.

Ada apa dengan TV kita ? Tentunya tidak ada yang salah dengan TV. TV adalah hasil prestasi hebat dari seorang ilmuwan yang menciptanya. TV adalah salah satu sarana bagi manusia untuk menyampaikan informasi. Ya, awalnya TV memang sekedar sarana untuk menyampaikan informasi kepada publik. Tapi karena bosan dan jenuh, maka ditambah dengan acara-acara hiburan. Setelah berjalan lama, orang pun semakin banyak membuat film, kemudian disusul dengan sinetron, drama, dan banyak acara lain yang saling bermunculan sehingga menjadikan TV kehilangan misi utamanya. Tentu kita semua ingat, dulu selalu ada 'Berita Malam' dan 'Dunia Dalam Berita' dimana semua stasiun TV swasta bergabung dengan TVRI. Tapi, entah karena apa & entah oleh siapa, tiba-tiba acara itu dihapuskan. Dan sekarang TV bukan lagi menjadi sumber informasi dan sarana hiburan, tapi menjadi barang yang harus dengan sangat hati-hati dan proporsional menggunakannya karena bergitu banyak tayangan yang merusak.

Sungguh ironis masyarakat kita, hanya menerima tayangan yang ada. Nrimo wae lah. What you see is what you get. Gitu katanya. Padahal kita sebagai seorang manusia, kita punya kemampuan untuk memilih, the power to choose. Yah, memilih tayangan TV adalah PR kita yang cukup sulit. Mari hadapi TV dengan bijak dengan memilih tayangan-tayangan yang ada, apakah itu layak kita tonton atau tidak. Karena hakikat sebuah hiburan adalah juga mengingatkan kita pada Allah Sang Pencipta Seni. Kalo hiburan itu tidak membuat kita ingat pada Allah, bahkan membuat kita lalai, apa lagi ibadah yang merupakan kewajiban jadi terbengkalai, maka kita harus benar-benar menghindarinya. So, just say : "TV… muke lu jauh…" :D

***

Berhibur tiada salahnya
Karena hiburan itu indah
Hanya apabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah…
(Lirik Nasyid "Berhibur" by Raihan)
_______

By : cici (November 3rd, 2006. In the bright noon)

Wednesday, November 01, 2006

SeLaMaT IDuL FiTRi


Selamat Idul Fitri
1 Syawal 1427 Hijriah
Minal a'idin wal faidzin
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Taqobbalallahu minna wa minkum shiyaman wa shiyamakum